Sarjana Harus Maksimalkan Potensi dan Kekayaan Alam Daerah

“Dikutip dari sambutan Bupati Wajo A Burahnuddin Unru dalam acara Wisuda Sarjana STIH – STIE Lamadukelleng Sengkang”

Bupati Wajo A Burhanuddin Unru menyerahkan cenderamata kepada para Wisudawan STIH – STIE Lamadukelleng

Wajo, MC – Bupati Wajo A Burhanuddin Unru berharap agar para lulusan perguruan tinggi mengenal dan mengetahui potensi dan kekayaan alam yang dimiliki daerah untuk selanjutnya dimanfaatkan dalam pembangunan.

Menurutnya, potensi dan kekayaan alam daerah harus dikelola dengan baik oleh semua kalangan, termasuk para sarjana yang telah mengenyam pendidikan dibangku perkuliahan.

Hal itu diutarakan Bupati saat beri sambutan dalam acara wisuda sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) di Gedung Yusbar, Senin, 2/3 kemarin.

“Penduduk Kabupaten Wajo berjumlah 418 ribu jiwa lebih, sektor pertanian lebih dominan menampung tenaga kerja terbanyak hampir 80persen jumlah penduduk di Wajo, jadi yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan adalah sektor ini (pertanian, red), namun bukan berarti sektor lain diabaikan. Para sarjana harus tahu hal itu,” ujar Bupati Wajo.

Membangun daerah, lanjut Bupati, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh sumberdaya manusia yang intelek dan terlatih untuk melakukan pengembangan.

“Untuk itu diharap mahasiswa setelah dikukuhkan menjadi seorang sarjana memanfaatkan ilmu yang pernah diterimanya untuk pembangunan daerahnya. Termasuk itu dari para sarjana hukum dan sarjan ekonomi yang menjalani proses wisuda hari ini,” ulas Burhanuddin.

Lebih lanjut mantan Sekda Wajo ini memjelaskan bahwa karakteristik masyarakat Wajo sangat kental dengan kehidupan adat dan budaya, religius dan demokratis. Dalam berpolitik, berpemerintahan dan didalam kehidupan sehari-hari, masyarakat harus memegang teguh warisan leluhur yakni 3S (Sipakatau, Sikapalebbi dan Sipakainge).

Begitupula dalam menentukan sikap atau keputusan bersama, itu dilakukan dengan musyawarah dan mufakat yang lahir dari pelaksanaan “tudang sipulung” (forum bersama).

“Intinya adalah budaya yang diwariskan oleh leluhur orang Wajo harus tetap menjadi penunjuk arah menciptakan masyarakat Wajo yang sejahtera, aman dan damai baik dalam kehidupan beragama, berpemerintahan, berpolitik dan didalam kehidupan bermasyarakat,” terang Bupati.

Untuk diketahui, pelaksanaan wisuda sarjana itu diikuti oleh 139 wisudawan, 64 diantaranya lulusan Ilmu Hukum dan 75 orang Ilmu Ekonomi. (adv)

Penulis ; Besse Selvi Damayanti