Sekda Undur Jadwal Apel, 07.15 Jadi 07.30 Wita

DSC_02111Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wajo, H Firdaus Perkesi

Wajo, MC – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wajo, H Firdaus Perkesi spontan menegur Yosep Lobo, Kepala Bidang pada Kantor Satpol PP Kabupaten Wajo dan memerintahkan agar pelaksanaan apel pagi dilingkup Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Wajo digelar pada pukul 07.30 Wita, bukan 07.15 Wita seperti sebelumnya.

Dengan singkat sembari mengayungkan langkah meninggalkan Yosep, mantan Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Wajo ini mengungkap alasan sehingga mengundur jadwal pelaksanaan apel pagi hingga 15 menit.

“Yosep, apel pagi kita undur jadi 07.30 Wita ya, bukan 07.15 Wita, kasihan juga kalau terlalu cepat, banyak yang ribet,” tutur Sekda yang dijawab dengan kata “Siap” oleh Yosep Lobo di halaman Kantor Bupati Wajo, Selasa, 29/3.

Seperti diketahui, pelaksanaan apel pagi dan siang oleh ASN diterapkan kembali oleh pemerintah daerah Kabupaten Wajo dengan harapan terbangun budaya kerja tepat waktu pada lingkup organisasi pemerintah.

Pelaksanaan apel ini sendiri diperintahkan oleh Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru yang kemudian ditindaklanjuti secara berjenjang oleh Sekda Wajo, Firdaus Perkesi kepada seluruh instansi pemerintah se Kabupaten Wajo.

Tak terkecuali, di Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa/Kelurahan (BPMPDK) Wajo yang rutin melaksanakan apel pagi dan siang hari.
2016-03-28 14.03.38 (Ketgam : Pelaksanaan apel siang, tampak Kepala BPMPDK Wajo, Syamsul Bahri bertindak selaku pembina apel)

“Kami rutin melaksanakan apel pagi dan apel siang di kantor, bahkan itu kami laksanakan sebelum-sebelumnya. Terlebih, pelaksanaan apel ini dipertegas kembali oleh Bapak Bupati sehingga tentu harus ditindaklanjuti ditingkat SKPD,” ujar Kepala BPMPDK Wajo, Syamsul Bahri kepada MEDIACELEBES sesaat sebelum menggelar apel siang dihalaman kantor-nya, Jl Veteran Sengkang, Senin, 28/3.

Dikatakan, pelaksanaan apel pada dasarnya kewajiban aparatur sipil negara (ASN), namun bukan berarti apel yang dilaksanakan membebani aparatur sehingga meninggalkan urusan pokoknya dirumah.

“Ini soal me-menej waktu saja, tidak perlu terbebani, aparatur bisa datang pagi kekantor untuk mengikuti apel, setelah itu meminta ijin kepada atasan atau piket jika punya urusan mendesak diluar atau dirumah, jadi flexible-lah, aparatur jangan merasa terbebani, meski sebenarnya sudah menjadi kewajiban aparatur untuk mengikuti apel sebagai bentuk penegakan disiplin dalam menjalankan tugas tapi jangan karena rutinitas itu membebani ASN,” pungkas Ancu (sapaan Syamsul Bahri). (aci)