Sekolah Rintisan USAID PRIORITAS di Wajo  Tampilkan Kemajuan

Wajo, MC – Empat sekolah di Wajo yaitu SMP 4 Sengkang, MTs Bontouse, SD Muhammadiyah dan  MI Assadiyah 45 Surae telah dipilih  menjadi  rintisan sekolah percontohan  di Wajo.

Setelah dilakukan seleksi dan dipilih oleh tim dari DIKNAS/Kemenag dan USAID PRIORITAS pada bulan Mei 2014, mereka diberangkatkan untuk melakukan studi banding ke sekolah-sekolah unggulan  di Jatim pada bulan September 2014.

Disana mereka mempelajari aspek-aspek terkait pembelajaran, manajemen dan partisipasi masyarakat.

Secara kreatif mereka melakukan banyak adopsi dan pengembangan dari hasil study visit tersebut. Kemajuan tersebut satu persatu ditampilkan dalam kegiatan bertema Meeting With Good Practice Schools di hotel BBC Wajo, baru-baru ini.

Perwakilan sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, guru, komite dan fasilitator hadir dalam pertemuan tersebut. “Sekolah-sekolah rintisan ini harus lebih baik dari sekolah yang lain, karena sekolah ini akan jadi percontohan bagi sekolah-sekolah di Wajo atau kabupaten lainnya”ujar Dr. Nensilianti penanggung jawab program, mengawali pertemuan.

Sekolah-sekolah tersebut telah menunjukkan banyak perkembangan. Dalam pembelajaran,  model PAKEM dan Kontekstual sudah mulai diterapkan dengan lebih utuh. Model pembelajaran modern ini lebih berorientasi untuk membuat siswa mampu mengaktualisasi diri lewat belajar kelompok, membuat hasil karya dan mempresentasikan hasil karya tersebut.

Untuk menanamkan minat baca siswa yang menurun karena derasnya terjangan tekhnologi dan tayangan televisi, mereka membuat strategi-strategi untuk meningkatkan minat baca siswa. Sekolah membuat sudut baca menarik, membuat taman baca dan mengalokasikan waktu tambahan khusus siswa untuk membaca. Mereka juga menggali banyak cara untuk menambah koleksi buku baca sekolahnya.

Dalam bidang manajemen,  sekolah-sekolah juga semakin terbuka dan partisipatif dalam pengelolaan dana.  Mereka  menempelkan RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) dan laporan keuangan yang lain di papan informasi atau  membuat pertemuan-pertemuan khusus membicarakan program dan dana sekolah dengan komite dan masyarakat. 

Partisipasi masyarakat  untuk mengembangkan sekolah dibangun dengan banyak strategi. MIS Assadiyah Sengkang membuat paguyuban kelas yang anggotanya terdiri dari masyarakat dan orang tua murid.  para orang tua yang tergabung dalam paguyuban itu juga terlibat dalam mengajar anak-anak yaitu dalam bidang ketrampilan, seperti membuat hiasan bunga, handicraft dan lain-lain. Mereka juga terlibat dalam berbagai kegiatan esktra sekolah.

Untuk menjadikan lingkungan sebagai tempat belajar yang nyaman, SMPN 4 Wajo membuat kolam atas sumbangan masyarakat, bukan hanya untuk memproduksi ikan, tetapi juga sebagai tempat belajar siswa mengenai biota hidup dan non hidup. Sekolah ini juga bekerjasama dengan kepolisian untuk memberikan penyuluhan tentang moral dan kriminalitas dengan siswa, sehingga anak-anak di sekolah tersebut semakin disiplin dan menguranti potensi-potensi kriminalitas.  Banyak kemajuan lain ditampilkan sekolah pada pertemuan ini.

Setelah mempresentasikan kemajuan-kemajuan sekolah, mereka difasilitasi membuat rencana untuk mengembangkan lebih lanjut kemajuan tersebut. Selama pengembangan tersebut, mereka akan didampingi oleh fasilitator daerah USAID PRIORITAS dan fasilitator dosen dari UNM dan UIN Alauddin Makassar. 

Sumber : Usaid Prioritas