Shalat Subuh, Siswa SD Jadi Korban Tabrak Lari

Wajo, MC – Salah seorang siswa SDN 184 Batu Desa Batu Kecamatan Pitumpanua menjadi korban tabrak lari. Anak umur 13 tahun yang diketahui bernama Gilang ini ditabrak oleh orang tak dikenal yang menggunakan mobil merk Avanza warna abu-abu dengan nomor polisi B 1813 SS.

Saat kejadian, Gilang barboncengan dengan Wahyu siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Mattirowalie menuju shalat subuh bersama teman-temannya di salah satu mesjid di desa Batu. Namun naas, sebelum tiba di mesjid, keduanya dihantam mobil dengan kecepatan tinggi dari arah Palopo.

Peristiwa tabrak lari ini terjadi sekitar pukul 04.30 Wita, Jl poros Sengkang – Palopo, Minggu, 1 Februari 2015.

Gilang meninggal setelah alami luka berat pada bagian kepala, sedang rekan satu boncengannya menjalani perawatan intensif dirumah sakit siwa. Sementara pelaku melarikan diri dan meninggalkan mobilnya pas didepan kantor Polsek Pitumpanua sekitar 3 Km dari tempat kejadian.

Kanit Laka Lantas Polsek Pitumpanua, IPDA Dien Marten yang dihubungi mengungkap bahwa pihak kepolisian sementara melidik kejadian ini, termasuk pelaku yang saat ini melarikan diri. Namun demikian, kata Marten, pihak kepolisian telah mengamankan kendaraan yang diduga digunakan saat kejadian.

“Mobilnya sudah kita amankan, pelaku meninggalkan mobil itu dalam keadaan ban kempes dan pintu terkunci. Kasus ini sementara dalam proses lidik, namun biasanya, kalau barang bukti sudah diamankan tak lama kemudian pelaku akan mudah ditemukan,” pungkas Marten.

Pantauan mediacelebes.com dirumah korban, tangis histeris membahana dari pihak keluarga korban. Darmiati, orang tua Gilang hanya bisa menahan sedih menerima kejadian itu. Rencananya, korban akan dikebumikan hari ini. (Sultan)