Silaturahmi KKSS – KKW, Bupati Kumpul Orang Bugis di Batam

2016-05-31 11.58.50Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru dalam acara silaturahmi KKSS – KKW Batam

Wajo, MC – Silaturahmi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo dengan Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan dan Kerukunan Keluarga Wajo (KKSS – KKW) Batam Kepulauan Riau berjalan dengan meriah.

Ratusan warga yang tidak lain merupakan perantau Bugis – Makassar hadir acara tersebut untuk bersilaturahmi dan bertatap muka dengan Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru.

Acara itu digelar disalahsatu gedung pertemuan komplek Hotel Golden View Batam, Selasa 31/5. Hadir mendampingi Bupati diantaranya ; Ketua DPRD Kabupaten Wajo, HM Yunus Panaungi bersama istri, Ketua TP PKK Wajo, Hj Andi Faikah Burhanuddin, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Wajo, Ibu Hj Andi Sumartini serta para kepala SKPD lingkup pemerintah daerah kabupaten Wajo.

Ketua Harian KKSS Batam, H Faisal diawal acara mengungkap kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah kabupaten Wajo dalam hal ini Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru dengan para perantau Bugis – Makassar yang tergabung dalam KKSS – KKW Batam. Ia menuturkan, panitia penyelenggara tidak menurunkan undangan namun antusias warga untuk hadir dalam kegiatan itu cukup besar.

2016-05-31 11.31.49Suasana kegiatan Silaturahmi Pemda Wajo dengan KKSS – KKW Batam

“Kami hanya sebar undangan melalui sms (short message service), tidak dengan undangan resmi, namun yang hadir dalam acara ini cukup banyak. Itu menandakan rasa persatuan serta hubungan kekerabatan antar Bugis – Makasar di Batam ini cukup kental,” ujar Faisal.

Dijelaskan, orang bugis – makassar yang bertempat tinggal dan tergabung dalam KKSS – KKW Batam keseluruhan berjumlah 37 ribu lebih. Itu, kata Dia, belum seluruhnya terdata karena tersebar hampir diseluruh daerah di Batam. Namun demikian, hingga kini keberadaan Bugis – Makassar di Batam dalam keadaan damai dan penuh rasa persaudaraan.

“Bugis – Makassar belum ada yang ribut-ribut, tidak seperti suku lainnya. Itu kelebihan kita dibanding suku lainnya dan itu kita jaga hingga saat ini dalam perantauan,” tutur Faisal.

Sementara itu, Ketua KKSS Pusat H Andi Hasan BA mengungkap bahwa orang Bugis – Makassar dalam perantauan sudah banyak yang berhasil. “Itu karena mereka tekun, rajin dan bekerja keras, fokus, konsisten serta memiliki komitmen yang tinggi dalam menjalankan usaha,” terang Hasan.

DSC_0615Ketua TP PKK Kabupaten Wajo, Ibu Hj Andi Faikah Burhanuddin (tengah) dalam acara silaturahmi KKSS – KKW Batam

Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru dalam sambutannya berharap kepada perantau Bugis – Makassar untuk tetap menjalin silaturahmi. Ia mengulas prinsip kemerdekaan orang Wajo yang menurutnya bebas dan merdeka dalam mencari nafkah dimanapun berada.

Bupati juga mengurai bahwa orang bugis dalam perantauan mengenal istilah “Tellu Cappa (Tiga Ujung)”. Tellu Cappa yang pertama adalah Ujung Lidah, itu dapat dimaknakan sebagai simbol diplomasi, pandai melakukan lobi-lobi dan bertutur kata yang sopan dan santun serta konsisten terhadap ketetapan yang telah diucapkan kepada siapapun, baik kepada orang awam, pejabat maupun sesamanya.

“Sedangkan Tellu Cappa yang kedua adalah Ujung Badik, melambangkan sebuah ketegasan, keberanian dan merupakan azimat bagi orang bugis dalam mencari nafkah, dan Tellu Cappa ketiga adalah Ujung Bulu (kemaluan) merupakan simbol kemerdekaan orang Bugis – Makassar dalam berketurunan dan menjalin kekerabatan,” terang Bupati. (Red/MC)