Siswa SD di Parepare Bisa Buat Lampu Merah

Parepare, MC – Ulfa Regitas, Amilah Fildzah, dan Zhahiratunnisa adalah anak-anak kelas VI SD 46 Parepare yang sangat berbakat merangkai rangkaian listrik untuk memperagakan pembelajaran mengenai kelistrikan.

Ketiganya dengan percaya diri mendemonstrasikan kemampuannya untuk membuat lampu lalu lintas di hadapan ratusan pengunjung Pameran Pendidikan USAID PRIORITAS yang dilaksanakan di Islamic Center Parepare, baru-baru ini.

Pertamanya anak –anak tersebut membuat kotak dari karton dengan tinggi 34 cm dan panjang 20 cm dan lembar 15 CM. Selanjutnya mereka membuat pola lingkaran sebagai tempat keluarnya cahaya lampu dan dudukan lampu. Pola lingkaran itu dibuat menjadi tiga seperti tempat lalu lintas. Mereka juga membuat dinding pemisah antar lampu yang satu dan lampu yang lain. Selanjutnya dibuat pula 3 buah fitting atau dudukan lampu dengan menggunakan lem korea.

Mereka juga memasang 3 buah saklar pada kotak lampu lalu lintas ini dan merangkai rangkaian listrik secara paralel pada fitting atau dudukan lampu dan juga pada skalar. Untuk membedakan warna-warna yang muncul sebagaimana lampu lalu lintas, mereka gunakan 3 lembar plastik jilid berwarna merah, kuning, hijau dipasang di tiga lobang tempat lalu lintas.

Setelah selesai membuat rangkaian, ereka mencobanya, dan lampu berhasil menyala persis seperti lampu lalu lintas. Penonton bersorak menyaksikan kelincahan anak-anak SD Kelas VI ini merangkai rangkaian listrik dan lampu yang cukup rumit ini.

Anak-anak secara interaktif juga mengajak pemirsa yang membludak pada pameran pendidikan ini untuk selalu mematuhi lampu lalu lintas, agar selalu selamat di perjalanan.
Rangkaian demonstrasi kemampuan siswa ini merupakan bagian Pameran Pendidikan USAID PRIORITAS yang diadakan di Parepare. Sebanyak 24 sekolah mitra USAID PRIORITAS Parepare ikut ambil bagian dalam pameran ini.

Sebelumnya juga disajikan drama tentang bagaimana seharusnya guru mengajar agar menjadi aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Drama itu menyajikan perbedaan antara pembelajaran jaman dulu yang monoton dan membuat pembelajaran membosankan bagi siswa, dengan PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan) yang diperkenalkan oleh USAID PRIORITAS.

Pameran dihadiri dan dibuka langsung oleh Sekda Parepare Drs Mustafa Mapangara, mewakili walikota Parepare yang berhalangan hadir. Menyaksikan berbagai demonstrasi tersebut, maka ia menyatakan akan menganggarkan dana khusus di APBD untuk menyebarkan model pelatihan USAID PRIORITAS ke sekolah-sekolah lain yang non mitra. “Pembelajaran yang kreatif, efektif dan menyenangkan seperti ini sangat sesuai dengan pendidikan karakter yang kita bangun,” ujarnya.

Selain Sekda, pameran juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Parepare, Ir. H. Kaharuddin Kadir, MSi yang juga sangat antusias untuk mendukung program USAID PRIORITAS di daerah ini. Drs Arifuddin Idris, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Parepare bahkan menyatakan seluruh SD dan SMP akan dianggarkan untuk memperoleh model pelatihan USAID PRIORITAS. Demikian juga pihak Kemenag, juga dengan antusias mengatakan bahwa untuk mewujudkan Parepare kota pendidikan, tidak bisa tidak program USAID PRIORITAS harus tetap dilanjutkan jika sekalipun USAID PRIORITAS sudah tidak ada lagi di Parepare.

Sumber : USAID PRIORITAS