Soal Kelulusan Komisioner KPUD Wajo : ABM Ajak Debat Akademik

Wajo, MC – Menyoal seleksi calon anggota KPUD Wajo, A Bau Mallarangeng yang kini telah berhasil masuk 10 besar mengajak orang-orang yang mempersoal-kan kelulusan-nya untuk berdebat secara akademik.

Dia mengaku kelulusan-nya bukan karena pertolongan manusia, melainkan semata-mata karena pertolongan Tuhan.

“Kalau ada yang mempersoalkan kelulusan saya, mari kita berdebat secara akademik, jangan cuma berkoar-koar diluar,” kata Bau Mallarangeng menanggapi isu yang berkembang terkait dugaan ada-nya sikap subjek timsel dalam meloloskan calon komisioner KPUD Wajo ini, Sabtu, 7/12.

Ditambahkan, untuk menghindari ada-nya kesan miring terkait subjektifitas dan transparansi pelaksanaan seleksi, dari awal dirinya telah meminta agar semua tahapan terbuka untuk publik.

“Sebagai peserta, saya kan telah meminta agar pelaksanaan seleksi ini dilakukan secara terbuka, bahkan dalam proses fit n propertest lalu, saya usulkan agar tahapan di-media publikasikan,” terang Bau Mallarangeng.

Seperti diketahui, A Bau Mallarangeng dalam proses seleksi KPUD Wajo 10 besai ini berhasil lulus bersama saudara kandung-nya sendiri, A Bau Salman.

Hal ini-pun sempat menuai kontroversi tentang keabsahan proses seleksi. Namun belakangan permasalahan tentang ikatan persaudaraan mereka ini termentahkan karena tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu, menanggapi isu subjektifitas dan tranparansi dari lima orang timsel, Ambo Upe salah seorang pemerhati politik di Wajo membantah bahwa hal itu tidak benar.

Ketua LSM Pemuda Nusantara ini mengapresiasi timsel yg sudah bekerja dengan baik. Menurutnya, keterpilihan timsel bukan hal biasa.

“Akan tetapi, merupakan hal yang luar biasa karena mereka nantinya yang melahirkan komisioner KPUD yang berkualitas, berdedikasi untuk menjalankan demokrasi yang bermartabat,” ungkap Ambo.

Mengenai ada-nya dua orang yang bersaudara lulus dalam seleksi, yakni ABM dan ABS, Ambo mengutarakan bahwa hal itu diluar dari intervensi timsel ataupun pihak-pihak lain.

“Dua bersaudara ini bukan di-luluskan oleh timsel, catat, bukan diluluskan, melainkan mereka berhasil lulus karena memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi, terlebih mereka telah menjalani semua tahapan dengan baik,” jelas Ambo.(aci)