Soal Kemacetan Kota Sengkang, Akademisi Saran Legislator Baru Bentuk Perda Inisiatif

Wajo, MC – Kemacetan kendaraan yang terjadi disektor kota Sengkang dan sekitar-nya mulai mendapat keluhan dari masyarakat. Mereka menilai, sudah saat-nya sekarang pemerintah mencarikan solusi agar penanganan kemacetan yang diakibatkan oleh kepadatan jumlah kendaraan dikota Sengkang terantisipasi dan diatur dengan baik.

Seperti yang diungkap oleh salah seorang akademisi di Wajo, A Bau Mallarangeng. Menurut-nya, kemacetan kendaraan di sektor kota Sengkang sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir namun belum mendapat solusi dari pemerintah.

Harus-nya, kata Mallarangeng, kemacetan ini mendapat penanganan dari pemerintah agar kenyamanan masyarakat menggunakan jalan tetap terjaga.

Mallarangeng bahkan menyarankan soal kemacetan ini menjadi tugas pertama anggota DPRD Wajo yang baru untuk membuat peraturan daerah (Perda) inisiatif.

“Saya sarankan kemacetan kota ini dibuatkan Perda oleh anggota DPRD Wajo yang baru, itu tugas pertama mereka. Kemacetan sudah lama terjadi dan mungkin sudah saat-nya mendapat penanganan khusus dari pemerintah,” terang Mallarangeng di Sengkang, Rabu, 6/8.

Perda inisiatif yang dibentuk, lanjut-nya, berisikan tentang pengaturan lokasi parkir, penyusunan jalur jalan dan pembatasan jadwal lintas kendaraan berat pada jam tertentu.

Selain itu, pemerintah juga diminta untuk melaksanakan pengembangan kawasan kota Sengkang dan memberdayakan terminal regional yang terletak di Jalur dua Jl Sawerigading Kelurahan Cempalagi.

“Pemerintah sebaiknya melaksanakan pengembangan kawasan kota dan segera fungsikan terminal regional Sengkang menjadi terminal inti. Sedang untuk terminal Callaccu bisa berfungsi ganda, yakni menjadi terminal transit kendaraan becak motor (Bemor) dan menjadi lokasi khusus parkir kendaraan masyarakat yang ingin berbelanja di pasar sentral dan pusat pertokoan di Kota Sengkang,” jelas Mallarangeng. (aci)