Soal Kepangkatan, dr Baso Rahmanuddin Luruskan Pendapat Akademisi

Ketua Karang Taruna Wajo Kepala Dinas Kesehatan Wajo, dr Baso Rahmanuddin

Wajo, MC – Kepala Dinas Kesehatan Wajo, dr Baso Rahmanuddin meluruskan penafsiran A Bau Mallarangeng, salah seorang Akademisi di Wajo terkait syarat kepangkatan seorang PNS (pegawai negeri sipil) untuk bisa menempati jabatan struktural tertinggi dalam birokrasi yakni jabatan Sekretaris Daerah (Sekda).

Dia menilai penafsiran yang dilakukan oleh mantan Ketua Panwaslu Wajo (A Bau Mallarangeng) atas dirinya belum sepenuhnya benar.

Ketua Karang Taruna Wajo ini mengungkap bahwa dirinya bisa saja menempati jabatan seperti yang dimaksud bilamana di-ijinkan oleh Yang Maha Kuasa  serta diperbolehkan oleh pimpinan dalam hal ini Kepala Daerah.

“Mungkin beliau (A Bau Mallarangeng) keliru menafsirkan, tapi tidak apa-apa, itu kan hanya soal penafsiran saja. Kalau boleh jujur, saya saat ini sudah menyandang pangkat dan golongan ruang IV/B dan saya rasa peluang itu ada bilamana Allah SWT menghendaki dan pimpinan dalam hal ini Kepala Daerah menginginkan,” ungkap dr Baso kepada MEDIA CELEBES, sesaat sebelum ruangan Bupati Wajo, Kamis, 23/7.

Selain meluruskan tanggapan Bau Mallarangeng terkait syarat kepangkatan, dr Baso juga mempertegas kembali sikap-nya untuk belum memikirkan persoalan politik. Dia berkomitmen fokus bekerja dan tidak ingin mencampur adukkan persoalan politik dengan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan oleh Bupati Wajo (A Burhanuddin Unru) kepadanya sebagai seorang kepala dinas.

Mantan Ketua KNPI Wajo ini juga menegaskan bahwa dirinya menyayangkan status-nya sebagai seorang PNS dengan konskuensi yang dihadapi ketika maju mencalonkan diri dalam Pemilukada 2018 mendatang.

“Pernyataan ini tidak mengada-ada, saya memang belum memikirkan soal pilkada, terlebih saya punya masa dinas sebagai PNS yang cukup lama. Menentukan sikap terkait hal itu bukan persoalan mudah dan tidak asal berandai-andai,” tegas dr Baso.

Lanjut, dibeberkan bahwa sekarang ini dirinya banyak menerima masukan untuk mempersiapkan diri maju dalam Pemilukada.

“Namun bagi saya itu terlalu berlebihan, soal siapa pemimpin kedepan itu sudah tertulis jelas di lauhul mahfuzh dan kita sebagai manusia biasa tidak perlu menghabiskan energi memikirkan hal itu. Menjadi seperti sekarang ini saja saya sudah bersyukur, jadi saya tidak mau terlalu jauh berangan-angan. Saya ingin fokus bekerja, melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan oleh pimpinan untuk membangun dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan,” ulas dr Baso.

Penulis : Nur Asri, SH (Pimred MEDIA CELEBES)