Soal Panen, Bupati Wajo Tidak Khawatirkan Kemarau

Copy of 1438777154560 Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru bersama Dandim 1406 Wajo dan beberapa pejabat SKPD terkait pertanian memantau kondisi tanaman padi di kecamatan Maniangpajo

Wajo, MC – Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru mengaku tidak khawatir akan terjadinya kemarau atau kekeringan yang bisa berdampak pada produksi pertanian seperti yang dialami oleh beberapa daerah lumbung pangan nasional.

Ketua Assosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) Sulawesi Selatan ini mengaku bahwa kabupaten Wajo pada kondisi kemarau seperti ini tetap bisa berproduksi karena telah didukung dengan ketersediaan prasarana dan sarana pertanian yang selama ini disiapkan oleh pemerintah.

“Insya Allah, petani kita tetap bisa berproduksi pada musim tanam tahun ini, dampak kekeringan seperti yang diprediksikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dirasa tidak menjadi kendala sehingga kabupaten Wajo alami gagal panen,” ujar Bupati saat memantau kondisi tanaman padi siap panen di Desa Kalola Kecamatan Maniangpajo, Rabu, 5/8.

Dijelaskan, ketersediaan prasarana dan sarana pertanian yang dimaksud Bupati adalah berfungsinya sistem pengairan, pemanfaatan pompanisasi, embung-embung (kantong air), handtraktor dan beberapa peralatan lain pendukung pertanian.

Semua itu bermanfaat agar petani di Kabupaten Wajo tetap bisa berproduksi, meski dalam kondisi musim kemarau dan jarang hujan.

“Ini coba kita perhatikan hamparan tanaman padi-nya, tumbuh subur dan tidak alami kerusakan. Bahkan dalam waktu dekat tanaman padi ini akan segera dipanen. Jadi, saya anggap untuk masalah kekeringan tidak menjadi kendala bagi petani di kabupaten Wajo untuk tidak berproduksi,” jelas Burhanuddin.

Lanjut Bupati dua periode ini menerangkan, selain ketersediaan prasarana dan sarana pertanian, bidang pertanian di kabupaten Wajo juga didukung dengan adanya perlakuan khusus yang dilakukan oleh masyarakat dan aparat pemerintah pada bidang pertanian.

Perlakuan khusus yang dimaksud adalah adanya kedisiplinan masyarakat petani untuk mengikuti pola tanam yang dianjurkan oleh pemerintah dan atau melalui musyawarah tani.

“Itu makanya produksi pertanian di Kabupaten Wajo bagi kami tidak menjadi kendala, meski dalam kondisi kemarau atau kekeringan seperti saat ini. Memang ada beberapa daerah yang lahan pertaniannya membutuhkan suplay air, namun hal itu akan tetap diupayakan oleh pemerintah agar bisa berproduksi,” pungkas Burhanuddin. (aci)