Soal Politik, Begini Sikap Camat Tempe

Camat Tempe, Andi Muh Baso Iqbal B (Foto : MC)

Wajo, MC – Camat Tempe, Andi Muh Baso Iqbal menegaskan aparat-nya untuk tidak mencampur adukkan pelayanan dengan persoalan pemilukada (pemilihan umum kepala daerah).

Ia tidak mau soal politik, dukung mendukung, dan atau tentang pemilihan menjadi sandungan bagi pemerintah sehingga bersikap timpang dan membeda-bedakan masyarakat.

“Saya tidak mau seperti itu, pemerintahan ya pemerintahan, politik lain ceritanya. Makanya saya tekankan kepada lurah untuk fokus melayani masyarakat, kalau rakyat-nya ada yang butuh bantuan, maka harus dibantu, kalau layak mendapat raskin, beri raskin, jangan ada yang dikecualikan, pemerintah tidak boleh membeda-bedakan rakyat-nya, soal politik itu belakangan, dan tidak boleh dikait-kaitkan dengan pelayanan pemerintahan”, ujar Iqbal saat beri sambutan dalam acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, di Mesjid Nurul Ummi, Kelurahan Cempalagi, Kecamatan Tempe, Selasa, 12 Desember 2017.

Menurutnya, politik adalah hak setiap individu, termasuk para lurah dan staf diberi kebebasan untuk menentukan sikap. Hanya saja, sikap itu tidak boleh ditonjolkan berlebihan sehingga mengganggu sistem pelayanan.

“Saya sampaikan kepada lurah dan staf, kalau mau jadi pendukung silakan, yang penting jangan mengganggu dan merusak sistem, dan saya minta jangan ribut-ribut, rahasiakan saja, cukup Tuhan dan kamu sendiri yang tahu”, ujarnya dihadapan jamaah maulid.

Lanjut, mantan camat penrang ini menuturkan bahwa, selaku kepanjangan tangan pemerintah daerah ditingkat kecamatan, dirinya harus tunduk dan patuh akan perintah atasan (Bupati Wajo, red). Ia tidak mau dicap sebagai bawahan yang suka menentang perintah atasan.

“Bupati yang angkat dan lantik saya sebagai camat, beliau yang pasangkan garuda dan tanda jabatan dipundak saya, jadi kalau Bupati yang beri petunjuk, maka saya harus mengikut, harus patuh dan tunduk akan perintahnya”, ulas Iqbal. (MC)