Sorry Boss, Tidak Boleh Ada Titip Menitip atau Jatah-Jatahan Proyek

“Dari Kegiatan Musrenbang Tingkat Kecamatan Sabbangparu”

Ketgam : Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru (tengah) didampingi oleh Ketua Komisi I DPRD Wajo, Sumardi Arifin dan Camat Takkalalla, A Besse Suhemi

Wajo, MC – Bupati Wajo A Burhanuddin Unru tegaskan agar program yang dilaksanakan pada tahun berjalan mengacuh pada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan hasil Musrenbang (Musyawarah Pembangunan Daerah) yang dilaksanakan sebelumnya.

Menurutnya, jika usulan program itu tidak tertera dalam draft RPJMD dan Musrenbang, jangan harap program itu bisa diakomodir.

Dia menerangkan, RPJMD adalah patron pembangunan daerah, sehingga dalam melakukan pengusulan harus mengacuh pada patron tersebut agar dalam pelaksanaan pembangunan bisa lebih terarah dan tepat sasaran. Begitupula dengan Musrenbang, program yang diusul melalui musayawarah pasti akan lebih bermanfaat dan sentuhan programnya lebih kepada kepentingan bersama, bukan atas pemenuhan kepentingan probadi atau kelompok tertentu saja.

“Kalau tidak tertera dalam RPJMD dan Musrenbang, jangan harap program yang diusulkan itu bisa diakmodir. RPJMD dan Musrenbang adalah penunjuk arah dalam pembangunan, sehingga pelaksanaan program yang tertera pasti akan bermanfaat, merata dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat,” ungkap Bupati saat beri arahan dalam acara Musrenbang yang dilaksanakan di Kecamatan Sabbangparu, Rabu 11/2.

Selain bertegas agar dalam pengusulan program mengacuh pada RPJMD dan Musrenbang, Bupati kesempatan itu juga mengungkap larangan titip menitip atau jatah-jatahan proyek seperti yang sering dibicarakan.

“Saya tidak mau istilah itu ada dan menjadi budaya, titip menitip atau main jatahan lebih pada pemenuhan kepentingan sepihak, tidak secara menyeluruh dirasakan dan bukan merupakan program mendesak yang dinanti-nantikan oleh masyarakat. Makanya saya tegaskan agar semua program yang diusul mengacuh pada RPJMD dan melalui forum Musrenbang, itu untuk mengantisipasi terjadinya titip menitip atau main jatah-jatahan dalam pelaksanaan program. Kalau ada yang saya temukan, maka yakin usulan itu tidak akan diakomodir,” jelas Bupati. (adv)

Penulis : Nur ASri, SH