Sulsel Habiskan 1,6 Milyar untuk Replikasi Program USAID PRIORITAS

Sulsel, MC – Program Pendidikan USAID PRIORITAS di Sulawesi Selatan mendapatkan respon luar biasa dari banyak pemda mitra program. Pemda Bantaeng, umpamanya, lewat Kadisdikpora, Prof. Dr. Syamsu Alam menargetkan seluruh guru SD/MI, SMP/MTs di Bantaeng akan terlatih modul USAID PRIORITAS pada tahun 2015 ini. Hal yang sama juga diutarakan oleh Bupati Tana Toraja, Theofelius Allolerung, yang menargetkan tahun 2016 semua guru SD/MI dan SMP/MTs akan menerima program peningkatan kualitas mutu pembelajaran dan manajemen model USAID PRIORITAS.

Maros bahkan melangkah lebih jauh. Bukan sekedar rencana dan target, pemerintah daerah tersebut telah mereplikasi program USAID PRIORITAS untuk seluruh SD/MI di daerah tersebut. Lebih kurang 1200 guru SD/MI dan 430 guru SMP/MTs, 144 dari MA (Madrasah Aliyah) di daerah tersebut telah terlatih Modul USAID PRIORITAS. Honor dan transport fasilitator daerah didanai oleh USAID PRIORITAS sedang kebutuhan lain ditanggung oleh Pemda lewat dana pendidikan gratis.

“Kita menargetkan 60 persen pendidik Maros akan mendapatkan pelatihan USAID PRIORITAS,” ujar kabid kurikulum Dinas Pendidikan Maros, Ashar Salam. Secara keseluruhan, untuk periode Oktober-Desember 2014 yang lalu, pemda mitra USAID PRIORITAS di Sulsel telah menghabiskan 1,2 milyar untuk mengadopsi atau meplikasi program USAID PRIORITAS dengan biaya APBD atau BOS. Porsi terbesar diambil oleh Pemda Maros yaitu sebesar 580 juta yang diambil dari dana sharing pendidikan gratis. Dana USAID yang terpakai untuk mendukung program tersebut adalah 400 juta, sehingga secara keseluruhan untuk replikasi program USAID PRIORITAS, Sulsel menghabiskan dana 1,6 milyar.

Tak kalah pula Pemda Wajo yang juga telah melakukan replikasi program untuk banyak pendidik di daerah tersebut.

“Kita berharap guru-guru dan kepala sekolah benar-benar mengimplementasikan pelatihan yang sudah didapatkan. Jika tidak, dan dianggap sebagai proyek yang ketika selesai, maka selesai semuanya, maka dampaknya tidak akan tampak. Kita butuh mereka menjaga komitmen dan benar-benar menjamin keberlanjutan program supaya kualitas pendidikan benar-benar meningkat,” ujar Jamaruddin, Koordinator USAID PRIORITAS Sulsel (11/1).

Untuk menjamin keberlanjutan program, beberapa pemda, seperti Bantaeng, Maros dan Wajo berencana untuk membentuk tim monitoring dan evaluasi bersama yang terdiri dari Dinas Pendidikan, Bappeda, Dewan Pendidikan dan unsur terkait lainnya. Tim monev ini akan ikut memastikan bahwa para pendidik terbudayakan untuk menggunakan model pembelajaran aktif dan manajemen berbasis sekolah. (Sumber : USAID PRIORITAS)