Sumardi Arifin, Salah Jika Masyarakat Tidak Percaya Hasil Survey

Wajo, MC – Sumardi Arifin, Calon legislator (Caleg) terpilih Kabupaten Wajo yang juga Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Wajo menyesal-kan bila masyarakat tidak percaya hasil survey.

Menurut-nya, hasil survey asalkan dikelola dan dilansir oleh lembaga yang kompeten, bisa menjadi acuan masyarakat untuk menentukan sikap kepada kandidat yang akan dipilih-nya. Pernyataan Sumardi Arifin ini mengomentari statemen A Iwan Darmawan Aras (AIA) yang terkesan kurang percaya akan hasil survey.

Sebelum-nya, AIA mengungkap bahwa hasil survey kadang tidak seperti kenyataan-nya. Dia mencontohkan diri-nya saat maju bersaing pada Pemilu legislatif (Pileg) lalu. Iwan mengungkap, saat itu hampir tak satupun hasil survey yang mengunggulkan-nya, namun pada kenyataan-nya, dia berhasil terpilih dalam Pileg.

Lanjut Sumardi Arifin. Caleg terpilih di Dapil Wajo IV ini menjelaskan, listingan survey sebelum dilansir harus melalui proses kajian ilmiah. Meski tidak selama-nya tepat dengan presentase yang di-ungkap, namun, lembaga survey tetap memberi perbandingan “margin error”.

“Jadi, menurut saya, apa yang diungkap beliau (AIA, red) itu perlu diluruskan. Hasil survey bisa menjadi acuan dan dipercaya oleh publik, namun dengan catatan, lembaga yang melansir hasil survey tersebut benar ada-nya (bukan abal-abalan) dan melalui proses pengkajian ilmiah,” terang Sumardi.

Tidak itu saja, Sumardi juga mengungkap prediksi kemenangan pasangan Calon presiden dan Wakil presiden) yang di-usung-nya (Joko Widodo – Jusuf Kala).

Penyandang sebutan Fa’songkok Tanre ini optimis bisa mencapai angka 85 persen di Wajo dalam Pemilu Presiden (Pilpres) ini. Dia paparkan, presentase itu dipeoleh dari efek Jusuf Kalla (JK) sebagai putra lokal Sulawesi (Si-kampongta’).

“Target 85 persen itu bukan muluk-muluk, ada variable-nya. Dukungan JK di Wajo dan Sulsel pada umum-nya bukan saja diukur dari kinerja tim, melainkan dukungan masyarakat kepada JK sulit terbendung. Dukungan itu laik-nya gelindingan bola salju yang semakin hari semakin membesar,” terang Sumardi. (aci)