Susul Bantuan Kanwil, Pondok Pesantren Diminta Ajukan Proposal

Kepala Kemenag Wajo HM Arsyad AT (tengah) saat beri arahan dalam acara sosialisasi bantuan pondok pesantren

Wajo, MC – Kepala kantor kementerian agama kabupaten Wajo HM Arsyad AT mengimbau pengurus pondok pesantren (ponpes) untuk segera menyusun dan mengajukan proposal bantuan.

Sedianya proposal itu menindaklanjuti bantuan pemerintah tahun anggaran 2018 ini melalui kantor wilayah kemenag Sulsel.

Menurutnya, bantuan yang diturunkan berupa sanitasi kesehatan, mobiler asrama, ruang kelas belajar (RKB), bantuan operasional TPA/TPQ, MDT dan kitab kuning.

“Besarannya belum kita ketahui, namun saya sampaikan agar seluruh pondok pesantren yang memenuhi syarat segera menyusun proposal”, ujar Arsyad dalam sosialisasi bantuan dana pemerintah agama wilayah Sulawesi Selatan yg di gelar di aula Kemenag wajo, Senin, 6/2.

Ditambahkan bahwa ada tiga hal yang harus dilengkapi oleh masing-masing pondok pesantren dan lembaga MDT, TPA/TPQ dan PDF, diantaranya ; ketersediaan infrastruktur, manajemen, dan mekanisme pengelolaan bantuan.

“Ketiganya harus tersedia agar dalam pengelolaan lembaga berjalan dengan baik dan profesional, oleh saya minta agar semua pondok pesantren menyusun dan mengajukan proposal agar kendala yang dihadapi terkait infrastruktur, manajemen dan pengelolaan bantuan dapat terpenuhi”, ujar Arsyad.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Pondok Pesantren Kemenag Wajo, H Idman Salewe menjelaskan syarat yang harus dipenuhi diantaranya ; sudah terdaftar dalam database emis, memiliki ijin operasional, NPWP serta beberapa persyaratan lainnya.

“Setelah proposal diajukan, maka langkah selanjutnya adalah menunggu tim dari kanwil kemenag untuk turun melakukan verifikasi”, terang Idham.

Hadir dalam sosialisasi, pimpinan pondok pesantren dan para kepala MDT, TPA/TPQ serta PDF se kabupaten Wajo. (Rilis/Sul/MC)