Tahun 2017, Pemkab Wajo Gelar Pilkades Serentak Gelombang Kedua

logo-wajoGambar Logo Kabupaten Wajo

Wajo, MC – Jika arang tak melintang, tahun 2017 mendatang Pemerintah Kabupaten Wajo kembali akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak untuk 34 desa.

Pelaksanaan pilkades serentak ini merupakan gelombang kedua setelah sebelumnya pada bulan April lalu digelar pemilihan di 108 desa se Kabupaten Wajo.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa/Kelurahan (BPMPDK) Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri mengutarakan bahwa pemilihan gelombang kedua tersebut telah diagendakan oleh pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru.

Pengagendaan pemilihan gelombang kedua ini merunut pada Undang-undang (UU) No 6 tahun 2014 tentang Desa yang membolehkan pelaksanaan pemilihan hanya untuk tiga gelombang dalam satu periode/masa jabatan kepala desa (6 tahun).

“Oleh pertimbangan itu sehingga pemerintah daerah mengagendakan Pilkades pada tahun 2017 mendatang, sembari menyesuaikan akhir masa jabatan kepala desa yang akan melaksanakan pemilihan,” terang Syamsul Bahri kepada MEDIA CELEBES, di Sengkang, Kamis (12/11).

Lanjut mantan Camat Bola ini membeberkan bahwa Pilkades Serentak gelombang pertama yang dilaksanakan pada bulan April 2015 lalu adalah pertama kalinya di Indonesia pasca penetapan UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Atas pelaksanaan itu kemudian menarik perhatian beberapa daerah di Indonesia untuk berkunjung menimba ilmu dan pengalaman di Kabupaten Wajo.

“Kami telah banyak menerima kunjungan kerja dari kabupaten lain yang ingin melaksanakan Pilkades Serentak didaerah-nya, baik dari kabupaten tetangga di Sulawesi Selatan maupun dari kabupaten luar pulau Sulawesi. Seperti halnya kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara beberapa hari lalu, mereka sengaja datang di Wajo hanya untuk menimba ilmu dan pengalaman tentang pelaksanaan Pilkades Serentak ini,” ulas Ancu (sapaan Syamsul Bahri).

Ketika ditanya apakah melalui pelaksanaan Pilkades Serentak tersebut bisa mengantar Kabupaten Wajo untuk meraih penghargaan tingkat nasional, Ketua IKAPTK (Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan) Kabupaten Wajo ini sesumbar mengaku bisa.

“Kalau pemerintah pusat berkenan, tentu Kabupaten Wajo patut menjadi pertimbangan, terlebih Pilkades Serentak yang dilaksanakan di Kabupaten Wajo adalah pertama kali-nya di Indonesia. Namun satu yang menjadi penting dari semua itu adalah bagaimana pesta demokrasi ditingkat desa ini bisa terlaksana dengan baik, aman, tertib dan lancar seperti pelaksanaan pemilihan yang telah diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Wajo,” jawab Ancu.

Penulis : Nur Asri