Tahun ini, Pemda Genjot Pemberdayaan Posyandu dan Pembangunan Jamban Keluarga di Desa

Logo Kemendes - Wajo Gambar Logo Kemendes dan Kabupaten Wajo

Wajo, MC – Pemerintah Kabupaten Wajo pada tahun 2016 ini mencanangkan 8 (delapan) Program Prioritas untuk tingkat desa sebagai bentuk implementasi Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Permendes) Nomor 5 Tahun 2015 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa dalam Mewujudkan Visi dan Misi Pemerintah Daerah.

Program ini merupakan pengejewantahan dari Peraturan Menteri Desa (Permendes) yang selaras dengan kondisi kekinian pemerintah dan masyarakat serta menjadi kebutuhan ditingkat desa.

Delapan Program Prioritas yang dimaksud diantaranya ;

1. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Pemerintahan dan Lembaga ditingkat Desa/Kelurahan
2. Perumusan Kebijakan Terkait Desa serta Penjabaran dan Sosialisasi Aturan Terkait Desa
3. Pengembangan Ekonomi Masyarakat melalui Optimalisasi Pembentukan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) diseluruh Desa
4. Pengembangan Pendapatan Masyarakat dan Ketahanan Ekonomi Masyarakat melalui Program Usaha Bersama Komunitas (UBK)
5. Penetapan Kawasan Perdesaan Mandiri
6. Pemberdayaan dan Pembinaan Kelompok Ekonomi Rakyat, Tekhnologi Tepat Guna (TTG), Pembangunan dan Pembinaan Pemerintahan Desa/Kelurahan, Dusun/Lingkungan, dan Lembaga-lembaga Desa/Kelurahan lainnya
7. Peningkatan derajat masyarakat melalui Program Pemberdayaan Posyandu dan Pembangunan Jamban Keluarga
8. Pemberdayaan lingkungan hidup yang indah dan sehat, pemanfaatan dan penghijauan pekarangan rumah masyarakat melalui Program Penanaman Pohon

IMG_20160131_105100 Ketgam : Sekda Wajo, H Firdaus Perkesi dan Kepala BPMPDK Wajo, Syamsul Bahri

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa/Kelurahan (BPMPDK) Kabupaten Wajo menjelaskan bahwa delapan program tersebut sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah Kabupaten Wajo khususnya yang berkaitan dengan pembangunan sektor ekonomi, peningkatan sumber daya manusia (SDM), program melek aturan, serta program peningkatan mutu kesehatan dan lingkungan hidup.

Program ini pula sudah sejalan dengan arahan Bupati Wajo (A Burhanuddin Unru, red) agar pemerintah desa konsisten bekerja dan terus berupaya meningkatkan derajat kehidupan masyarakat-nya melalui program yang sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah atau selaras dengan kondisi kekinian yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat desa.

“Oleh itu pemerintah desa diharapkan untuk mendukung program-program tersebut, atau paling tidak menjadikan delapan program khusus tersebut sebagai bahagian dari program prioritas-nya didesa. Pemerintah daerah dalam hal ini akan mendukung demi untuk tercapainya derajat kehidupan masyarakat Wajo yang lebih baik,” ungkap Syamsul Bahri di Ruang Kerja-nya, Jumat (5/2).

Lanjut dijelaskan, diantara delapan program khusus seperti yang tertuang, satu diantaranya lebih spesifik pada bidang kesehatan (Poin 7, red). Pemerintah daerah pada program tersebut berharap agar pemerintah dan masyarakat ditingkat desa bersikap peduli akan arti penting-nya kesehatan. Kepedulian itu dapat diaplikasikan melalui program pemberdayaan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) serta pembangunan Jamban Keluarga.

image70 Ketgam : Ilustrasi Program Perdesaan Sehat

Kata Ancu, program ini pada dasarnya bukan hal baru, namun akan lebih bermanfaat jika pemerintah desa bersama masyarakat melaksanakan program ini secara masif dan bersungguh-sungguh. Dalam artian bahwa, jika dalam satu desa hanya terdapat satu atau tidak sama sekali memiliki Posyandu, maka pemerintah desa bisa membangun Posyandu didesa-nya.

Begitupun jika diantara masyarakat desa masih ada yang belum memiliki jamban, maka pemerintah desa bisa menyediakan atau membangunkan masyarakat-nya. Pemerintah daerah melalui program ini berharap agar tidak ada lagi rumah di Wajo yang tidak memiliki jamban.

“Itu tidak melanggar atau melenceng dari regulasi yang ada, bahkan program pembangunan Posyandu dan Jamban Keluarga ini bisa dianggarkan melalui Dana Desa (DD) atau dilampirkan dalam RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa), terlebih ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan sudah sejalan dengan visi – misi pemerintah daerah, khususnya pada bidang kesehatan,” tutur Ancu (sapaan Syamsul Bahri).

Begitupula dengan program penghijauan dan pemanfaatan pekarangan rumah warga yang erat kaitannya dengan upaya pemerintah melestarikan lingkungan. Pemerintah desa melalui program ini bisa mengaktualisasikan diri serta memotivasi masyarakatnya agar lebih peduli terhadap kondisi alam sekitarnya.

Aktualisasi itu, kata mantan Camat Bola ini, bisa dilakukan melalui gerakan penanaman pohon di-pekarangan rumah warga, pemerintah desa pada program ini juga bisa mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan penanaman pohon untuk pekarangan rumah warga ditingkat desa.

“Jadi, kalau dicermati, program tersebut sebenarnya bukan hal baru, bahkan pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah daerah melalui Anggaran Dana Desa (ADD) pernah mendorong pelaksanaan program ini. Namun akan bermanfaat dan lebih maksimal jika itu digerakkan sendiri oleh pemerintah desa. Pemerintah daerah dalam hal ini akan mendukung agar program yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama masyarakat desa ini agar bisa terlaksana dengan baik dan terpola,” terang Ancu. (SIPD/K)