Tebang Liar di Hutan Adat, Warga Tegaskan Aparat Bekuk Pelaku

Lutim, MC – Penebangan liar di kawasan hutan adat Cerakang Kabupaten Luwu Timur dikeluhkan. Warga yang juga adalah tokoh adat setempat mengaku berang setelah mendengar aksi pengrusakan yang dilakukan oleh oknum tak dikenal. Atas kesepakatan bersama, warga yang merasa hutan mereka dijamah spontan melakukan penyergapan dilokasi penebangan. Kala itu, warga dibantu oleh pihak Dinas Kehutanan setempat.

Arlin, salah seorang tokoh adat kepada mediacelebes.com mengungkap pengejaran dilakukan setelah terdengar suara senso dari dalam hutan. Namun sayang, upaya yang dilakukan itu tidak berhasil membekuk pelaku. Warga hanya menemukan kayu siap angkut sekitar 4 kubik telah diolah dalam bentuk papan dan balok. Warga juga mendapati secarik kertas yang diduga nota pesanan tak jauh dari lokasi penebangan.

“Pelaku tidak ditemukan, Kami hanya mendapati kayu yang telah diolah dan kemungkinan siap untuk diangkut. Selain itu, kami juga menemukan secarik kertas yang diduga adalah nota pesanan kayu sebanyak 10 kubik tak jauh dari lokasi penebangan liar,” ungkap Arlin dengan nada gerah.

Terpisah, Iwan Kepala Desa Mannurung yang ditemui mengaku berang atas kejadian tersebut. Menurutnya, hutan adat adalah warisan leluhur yang harus dijaga kelestariannya sehingga perlu ada penegakan hukum atas pengrusakan yang terjadi.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Makassar ini menegaskan aparat kepolisian atau lembaga terkait melakukan penelusuran dan semaksimal mungkin menangkap pelaku.

“Kita saja yang merupakan keturunan adat bila ingin masuk kehutan harus menjalani prosesi adat, kenapa justru ada oknum tanpa ijin melakukan pengrusakan dikawasan hutan adat. Tentu, selaku pemerintah dan mewakili tokoh adat di Cerakang ini tidak terima. Oleh itu saya harap aparat keamanan melakukan penelusuran dan meringkus oknum yang melakukan penebangan liar tersebut,” pungkas Iwan.

Sementara itu, salah seorang petugas dinas kehutanan mengungkap bahwa pihaknya tidak mentolelir bilamana menemukan aksi pengrusakan seperti itu. Dia menjelaskan bahwa sebelumnya pernah dilakukan penangkapan terhadap oknum penebang liar, dan baru kali ini kejadian tersebut terulang.

“Kami akan melakukan penelusuran dan berusaha menangkap pelaku,” janji petugas ini. (Aswal Awal)