Tekan Kasus Pidana, Kajari Sengkang Anjurkan Shalat Berjamaah

KEPALA KEJAKSAAN NEGERI SENGKANG MENERIMA PENGHARGAAN TANDA JASA PEMBANGUNAN DAERAH DARI GUBERNUR SULAWESI SELATAN PADA HARI JADI WAJO KE 617_196077 copy Kepala Kejaksaan Negeri Sengkang Transiswara Adhi saat menerima penghargaan dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo

“Dikutip Dari Pelaksanaan Safari Ramadhan 1437 H / 2016 M Pemda Wajo di Kecamatan Sajoanging”

Wajo, MC – Kepala Kejaksaan Negeri Sengkang Transiswara Adhi mengajak seluruh masyarakat Wajo untuk rajin turun ke mesjid untuk melaksanakan shalat berjamaah. Pelaksanaan shalat berjamaah, kata Dia, akan bernilai lebih dibanding shalat sendiri dirumah.

“Shalat secara berjamaah akan mempererat hubungan silaturahmi, amalnya 27 kali lipat dibanding shalat sendiri dan secara tidak langsung akan memupuk rasa saling menyayangi satu sama lainnya,” ujar Kejari saat beri sambutan mewakili Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru di Mesjid Nurul Iman, Jalang Kecamatan Sajoanging, Rabu, 8/6.

Dijelaskan, saat ini kasus yang paling banyak diterima oleh pihak Kejaksaan Negeri Sengkang dari Kepolisian Resort Wajo adalah kasus pembunuhan dan penganiayaan. Kasus itu bahkan hampir sama banyaknya dengan kasus narkoba yang belakangan ini menjadi fokus pemerintah dalam penanganannnya.

“Kenapa kasus pembunuhan dan penganiayaan banyak kita temui, itu karena tidak terpupuknya rasa saling menyayangi antar sesama, sehingga disengaja maupun tidak disengaja kasus ini seringkali terjadi ditengah masyarakat. Oleh itu, kami sarankan kepada masyarakat Wajo untuk rajin turun melaksanakan shalat berjamaah dimesjid, agar terpupuk rasa kekeluargaan dan saling menyayangi satu sama lainnya,” pungkas Kajari.

Lebih lanjut dipaparkan bahwa saat ini pihak Kejaksaan Negeri Sengkang rutin turun ketingkat kecamatan dan desa untuk melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah, Jaksa Masuk Desa dan Jaksa Masuk Mesjid.

“Program itu dilakukan sepenuhnya untuk membantu pemerintah daerah, sepenuhnya untuk membantu Bupati Wajo menciptakan masyarakat Wajo yang aman, tentram dan religius,” ulas Kejari. (Red/MC)