Tenaga Ahli Kementerian PU Tanggapi Rencana Pemindahan Terminal Callaccu Sengkang

Ketgam : Gambar Terminal Callaccu Sengkang, kedepan area ini akan dijadikan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh Pemda Wajo

Wajo, MC – Pengurus Ikatan Arsitek Indonesia Nasional, Marwan Massinai, ST.MSc.IAI menanggapi rencana pemerintah kabupaten Wajo untuk memindahkan Terminal Callaccu Sengkang ke Terminal Regional Jl Sawerigading Kelurahan Cempalagi Kecamatan Tempe.

Tenaga ahli Individual Perda Bangunan Gedung, PBL Cipta Karya Kementrian PU ini menilai, jika terminal regional cempalagi difungsikan, maka dapat menyelesaikan beberapa permasalahan yang dihadapi masyarakat di kawasan kota Sengkang khususnya dalam hal kemacetan kendaraan.

“Jika terminal dipindah, maka kendaraan antar kabupaten tidak lagi masuk dalam kota, tentu, kemacetan bisa teratasi dan transportasi dalam kota juga dapat berfungsi dengan baik,” ungkap Marwan kepada mediacelebes.com, Jumat, 16/1.

Hanya saja, ulas Marwan, setelah dipindah, pemerintah diharap menjaga kondisi terminal agar tidak kumuh dan semrawut, pedagang tidak menjual bebas dan menjadikan tempat duduk terminal sebagai tempat jualan.

“Kondisi seperti itulah yang membuat suasana terminal menjadi kumuh. Oleh itu pemerintah harus menata dengan baik terminal itu agar menjadi bersih, teratur, aman, nyaman dan indah. Dan yang terpenting adalah fasilitas terminal harus dijaga dengan baik agar tetap terpelihara dan berkesinambungan,” saran Marwan.

Lebih jauh Pengurus Organization Commitee and Audience Planning INDO-PIMTRA, Transportation Jakarta ini menyarankan pemerintah agar dalam penataan tetap memperhatikan konsep Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan mengacuh pada Perda Bangunan.

“Hal itu agar penataan yang dilakukan pemerintah bisa terpola dengan baik dan tepat guna,” pungkas Pengurus Pusat Ika Alumni Teknik Unhas 2014 – 2019 ini.

Berikut kutipan lengkap tanggapan Marwan Massinai, ST. MSc. IAI terkait rencana pemindahan Terminal Callaccu Sengkang.

“Terminal adalah merupakan sarana transportasi yang dipergunakan oleh penumpang untuk melakukan pergantian modal angkutan umum sekaligus merupakan fasilitas penunjang untuk kelancaran pergerakan orang dan arus barang.

Terminal juga dapat menjadikan suatu lingkungan sebagai pusat aktifitas social dan ekonomi berdampak pada perkembangan kawasan sekitarnya.

Pemindahan terminal Regional dari Callaccu Sengkang ke terminal Regional jalan Sawerigading Campalagi Kecamatan Tempe, akan berdampak positif terhadap sirkulasi kendaraan didalam kota sengkang yaitu akan mengurangi volume kendaraan yang lalu lalang didalam kota sengkang, serta mengurangi kemacetan didalam kota, karena kendaraan dari luar kota atau luar kabupaten wajo tidak akan memasuki pusat kota sengkang.

Keberadaan terminal baru ini juga dapat berdampak berfungsinya kembali system transportasi dalam kota dengan baik.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika terminal baru ini di fungsikan antara lain menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar terminal dan didalam terminal untuk tetap lancer dan tertib, menjaga terminal tidak menjadi kumuh, terutama tidak membiarkan pedagang kaki lima berjualan disembarang tempat seperti di area tempat penumpang, are kendaraan, area parkir atau di pinggir batas terminal kecuali ditempat yang telah disediakan untuk berjualan.

Hal tersebut sangat penting untuk menjaga supaya terminal tidak kelihatan,kumuh dan semrawut.

Selain hal tersebut diatas hal lain juga diperhatikan adalah memaksimal pemanfaatan fungsi terminal, mengkoneksikan sistem aktivitas kota dan pola pergerakan kota, membuat terminal baru ini menarik bagi penggunanya, menjaga kondisi fisik terminal serta sistem transportasi secara keseluruhan, memperhatikan aksesibilitas terminal dengan sistem transit lokal, trayek antar kota harus masuk ke terminal,peningkatan pelayanan terminal dan mendorong percepatan pembangunan di sekitar kawasan terminal secara terpadu dengan terminal.

Semua system tersebut diatas harus sesuai dengan aturan yang berlaku seperti RTRW kabupaten Wajo dan peraturan bangunan gedung Kabupaten wajo, agar pembangunan bangunan gedung dan fasilitas bisa tertata dengan baik, andal, aman, sehat dan berkelanjutan.

Lebih lanjut bahwa Terminal baru akan lebih mudah untuk penegakan hukum dan menjaga kualitas terminal /lingkungan nya dengan baik untuk menjadi aman, indah, nyaman dan berkelanjutan, sehingga pengguna terminal seperti penumpang, sopir,pedagang dan petugas akan merasa nyaman dalam melaksankan aktifitasnya di ligkungan terminal baru”.

(Marwan Massinai, ST. MSc. IAI)

– Pengurus IAI Nasional di Jakarta
– Tenaga ahli Individual Perda Bangunan Gedung , PBL cipta Karya Kementrian PU
– Pengurus Organization Commitee and Audience Planning INDO-PIMTRA, Transportation Jakarta
– Pengurus Pusat Ika Alumni Teknik Unhas 2014 – 2019
– Mahasiswa Program Doktor Antropologi Uniiversitas Indonesia ( kajain Antropologi Arsitektur Betawi tinjauan Identitas dan Modernity )

Penulis : Nur Asri, SH