Terkait Dugaan Teror Rumah Kosong, Ini Pengakuan Kapolres Wajo

AKBP Muh Guntur(Kapolres Wajo, AKBP Muh Guntur)

Wajo, MC – Peristiwa kebakaran yang terjadi pada dua titik lokasi di kabupaten Wajo tepatnya di-kompleks Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang serta kejadian di Desa Leppangeng Kecamatan Belawa, Selasa, 13/10 dini hari kemarin, semakin mempertegas isu tentang dugaan teror pembakaran rumah kosong.

Pasalnya, dari beberapa informasi yang diterima, peristiwa itu masing-masing berawal dari rumah kosong atau sedang ditinggal pergi pemilik-nya.

Seperti yang terjadi di kompleks Pondok Pesantren As’adiyah, dini hari kemarin, jago merah yang mengamuk dan menghanguskan 3 unit asrama putri serta 1 unit asrama putra di kompleks tersebut berawal dari rumah milik Burhanuddin (50) yang kebetulan kosong.

Begitupula dengan peristiwa kebakaran yang terjadi di desa Leppangeng kecamatan Belawa, api melalap dan menghanguskan rumah milik Baharuddin (32) hingga rata dengan tanah.

Padahal saat itu, kondisi rumah dalam keadaan kosong atau tidak ada aktivitas dalam rumah.

Kapolres Wajo, AKBP Muh Guntur yang dimintai keterangan terkait dugaan teror pembakaran rumah kosong ini merasa prihatin. Dia mengaku bahwa fenomena itu menjadi perhatian serius aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan.

Namun demikian, sementara pihak Kepolisian melakukan penyelidikan, Kapolres berharap kepada seluruh elemen untuk aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan-nya.

Mantan Kapolres Palopo ini menyarankan agar masyarakat dan pemerintah mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau poskamling (Pos Keamanan Lingkungan).

“Fenomena itu tentunya menjadi perhatian serius kami, khususnya fenomena kebakaran rumah kosong yang marak terjadi belakangan ini. Oleh itu, kami berharap kepada seluruh pihak untuk bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, paling tidak mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau poskamling dilingkungannya,” harap Kapolres.

Penulis : Nur Asri