Terkait Kebakaran Pasar Sentral, Pemkab Wajo Masih Menunggu Uji Kelayakan

Wajo, MC -Pemerintah Kabupaten Wajo masih menunggu hasil uji kelayakan penggunaan bangunan pasar sentral sengkang, pasca kebakaran yang terjadi pada Senin, 14/10 lalu.

Hal itu menjadi penting, karena terkait dengan keselamatan jiwa pedagang dan pengunjung pasar bilamana tetap digunakan beraktifitas tanpa ada pemahaman jelas terkait layak tidak-nya bangunan pasar digunakan setelah terbakar selama delapan jam lebih.

“Karena itu, kita masih menunggu hasil uji kelayakan bangunan,” kata Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru, di Sengkang, Senin, 21/10 kemarin.

Dikatakan, dalam pasar terdapat aktifitas pedagang dan pengunjung, dimana dalam setiap hari-nya aktifitas masyarakat dikawasan pasar tersebut bisa mencapai ribuan orang per-hari.

“Sehingga tentu, hal itu tidak boleh disepelekan, meskipun saat ini pedangang tetap ngotot untuk menempati kembali los-nya, namun yang juga perlu menjadi perhatian bersama adalah keselamatan jiwa pengunjung,” terang Bupati.

Lebih jauh dijelaskan, pada dasarnya pemerintah tidak menghalangi ataupun melarang masyarakat pedagang untuk menempati kembali los-nya. Semua dikembali-kan kepada pedagang sebagai pemilik los.

“Hanya saja, yang perlu menjadi pemikiran bersama, adalah keselamatan seluruh masyarakat, baik itu pedagang sendiri ataupun para pengunjung. Yang jelas pemerintah saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan kelayakan bangunan, kalaupun ternyata masih bisa digunakan pemerintah akan mendukung, begitupun sebalik-nya, jika hasil uji menyatakan tidak, maka harus dirembug-kan bersama agar dibelakang hari tidak ada yang saling menyalah-kan,” pungkas Burhanuddin.

Sementara itu, H Rafi Padu, perwakilan pedagang pasar sentral mengutarakan bahwa pasca kebakaran, ratusan pedagang telah menyatukan tekad untuk tetap menempati los-nya meski harus menanggung resiko.

“Semua pedagang sudah menyatakan sikap akan menanggung resiko-nya bila-saja terjadi sesuatu hal yang tidak di-inginkan. Bahkan pernyataan pedagang pasar tersebut sudah menjadi harga mati bagi mereka. Alasang mendasar adalah, bila tidak beraktifitas, maka pedagang kewalahan untuk menutupi beban mereka di-perbankan,” kata H Rafi.

Berdasarkan pantauan di pasar sentral, beberapa pedagang sudah mulai berakatifitas dan membuka los-nya. Diantara mereka juga ada yang baru melakukan pembersihan dan bahkan adapula los yang belum pernah tersentuh pasca terjadi-nya kebakaran.

Beberapa dinas terkait diantaranya, Dinas Kebersihan, Dinas Pemadam Kebakaran dan anggota Kodim 1406 Wajo turun membantu masyarakat melakukan pembersihan. (aci)