Terkait Relokasi, Inilah Kata Bupati Wajo

Bupati Wajo A Burhanuddin UnruWajo, MC – Kebakaran yang menghanguskan ratusan losd pasar sentral sengkang menjadi duka bagi pemerintah, masyarakat Wajo dan Sulsel pada umum-nya.

Pasal-nya, musibah yang menimpa ratusan pedagang di-pusat perbelanjaan di kota Sengkang tersebut dapat di-kata berpotensi melumpuhkan perputaran ekonomi sebahagian masyarakat Wajo.

Insiden tersebut tentu-nya tak luput dari perhatian pemerintah baik tingkat propinsi terlebih lagi pada tingkat Kabupaten.

Menyikapi permasalahan itu, berikut komentar Bupati Wajo A Burhanuddin Unru menyikapi keinginan warga untuk tidak di-relokasi :

Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru :

“Jika warga menolak direlokasi, tidak apa-apa, kami persila-kan, bahkan bila perlu kita bantu warga untuk membersih-kan losd-nya untuk bisa ditempati kembali melakukan aktifitas-nya…

Hanya saja, sebelum melangkah terlalu jauh, saya berharap warga mengidentifikasi konstruksi bangunan, layak atau tidak ditempati menjual, bagaimana tingkat keamanan-nya. Hal itu penting, karena menyangkut keselamatan jiwa pedagang dan pengunjung pasar sentral…

Sehingga, untuk tidak saling menyalah-kan, saya berharap sebelum ada aktifitas, warga mengecek kondisi bangunan dengan mengundang ahli konstruksi untuk melakukan uji kelayakan bangunan setelah terbakar selama delapan jam lebih…

Lanjut, kata Bupati, bersyukur jika bangunan masih layak, bagaimana bila tidak?, tentu sangat rawan terhadap keselamatan jiwa manusia. Jadi, sekali lagi di-sarankan untuk mengutus ahli konstruksi, nanti pemerintah yang bayar dan warga yang menentukan ahli konstruksi-nya.

Saya (Bupati,red) cukup menunggu hasil identifikasi ahli konstruksi, dan sebelum melangkah jauh saya berharap dibuatkan pernyataan yang dirangkum-kan dalam sebuah berita acara agar dibelakang hari tidak ada yang saling menyela-kan.

Inti-nya, pemerintah legowo menerima keinginan masyarakat dengan asumsi bahwa warga diharap meng-identifikasi konstruksi yang dilegalisir melalui pernyataan berita acara. Karena bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, pasti kembali-nya kepada pemerintah juga,”…(aci)