Tiga Bulan Tidak Bersih, Camat Tempe Undur Diri

Wajo, MC – Camat Tempe A Syahrial Makkuradde menyatakan sikap untuk mundur dari jabatan-nya bila dalam kurung waktu tiga bulan tidak mampu membuat bersih 16 kelurahan yang ada di Kecamatan Tempe.

Menurutnya, soal kebersihan adalah tugas pemerintah, namun untuk penanganan secara tekhnis, Camat dan Lurah punya batasan tertentu.

Syahrial mengaku bingung karena dirinya belum mengetahui secara jelas dimana batas kewenangan antara pemerintah Kecamatan dengan instansi lain yang merupakan leading sektor kebersihan lingkungan.

Pernyataan itu diutarakan usai menandantangani pakta integritas terkait kebersihan kota Sengkang seperti yang diinstruksikan oleh Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru di Ruang rapat Kantor Bupati, Kamis, 11/9 kemarin.

“Jika dalam tiga bulan Kota Sengkang tidak bersih, Saya siap mengundurkan diri,” ungkap Syahrial.

Lebih lanjut Syahrial berharap agar kesalahan terkait penanganan kebersihan tidak sepenuhnya dilimpahkan kepadanya. Di Wajo, kata mantan Camat Gilireng ini, terdapat beberapa instansi dan tentu semuanya berkewajiban menangani kebersihan lingkungan.

“Kami berharap permasalahan yang muncul tidak sepenuhnya dilimpahkan kepada Camat dan Lurah saja. Di Wajo ada beberapa instansi yang bertugas secara tekhnis menangani masalah kebersihan, sehingga masing-masing instansi sebaiknya bekerja secara proposional. Jangan semuanya ditanggung oleh Camat dan Lurah saja”, ulang Syahrial yang diamini oleh para Lurah yang hadir mendampingi-nya.

Wakil Bupati Wajo A Syahrir Kube Dauda menyikapi pernyataan itu mengimbau agar seluruh elemen pemerintah terlibat dalam program yang akan dicanangkan oleh Bupati Wajo. Menurutnya, pemerintah punya target dan tentu harus terlaksana dengan baik..

Pemerintah, jelas Syahrir ingin menjadikan Kota Sengkang sebagai Kota Sehat, jauh dari sampah, limbah dan ataupun faktor lain yang mengakibatkan kota Sengkang semrawut. Sebagai langkah awal dan merupakan instruksi Bupati, Pemerintah akan mendirikan posko tindak lanjut.

“Kita akan dirikan posko tindak lanjut penanganan kebersihan, sedangkan, untuk mengukur kinerja aparat, masing-masing SKPD wajib mengikuti evaluasi secara rutin. Inti-nya saat ini adalah giat apa yang dilakukan agar target pemerintah ini bisa tercapai, bila perlu kita edukasi masyarakat untuk lebih care (peduli) terhadap lingkungan,” pungkas Wabup.

(Penulis : Nur Asri, SH)