Tinggalkan Wajo, AKBP Masrur Ungkap Kisah Bersama Bupati

“Dari Acara Pisah Sambut Kapolres Wajo, AKBP Masrur, SH. S.Ik dan AKBP Muhammad Guntur, S.Ik”

Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru saat memasangkan cendera mata berupa cincin emas lambang Kabupaten Wajo kepada AKBP Masrur

Wajo, MC – Mantan Kapolres Wajo, AKBP Masrur yang kini mendapat promosi jabatan sebagai Wadir Intelkam Polda Sulawesi Tengah membeberkan kisahnya bersama dengan Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru bersama jajarannya saat bertugas di Kabupaten Wajo.

Dia juga mengungkap permohonan maaf karena selama di Wajo, dirinya mengaku pernah memarahi beberapa Kepala Dinas. Ia meluruskan, itu bentuk pembinaan dan untuk kebaikan bersama dalam menjalankan pemerintahan di Kabupaten Wajo.

“Saya memohon maaf kepada rekan-rekan kepala Dinas yang pernah saya marahi, itu bentuk pembinaan dan untuk kebaikan bersama,” ungkap Masrur tanpa menyebut nama saat beri sambutan dalam acara pisah sambut dirinya bersama Kapolres Wajo yang baru, AKBP Muhammad Guntur, di Baruga Wecudai Rujab Bupati, Jumat, 24/4.

Masrur menambahkan, selama di Wajo, dirinya pernah dan beberapa kali alami kejadian bersama Bupati Wajo, khususnya saat menghadapi beberapa moment pemilihan umum (Pemilu).

Dia mengisahkan, Di Pilgub (pemilihan gubernur) Sulsel, Masrur mengaku menghalang-halangi Bupati Wajo yang sedang marah di Siwa kecamatan Pitumpanua. Begitupula saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) juga ada kejadian, namun semua berhasil diredakan.

“Tentu itu semua tidak akan terkontrol tanpa adanya peran kepolisian untuk menciptakan keamanan,” ujar Masrur.

Lebih lanjut, suami Ibu Yanti Masrur ini mengungkap bahwa selama bertugas 3 tahun kurang 40 hari di Wajo, dirinya adalah Kapolres yang paling lama menjabat. Bahkan, aku Masrur, sejak ditugaskan sudah tiga kali pergantian Komandan Kodim (Dandim) di Kabupaten Wajo.

“Itu menandakan bahwa saya betul lama bertugas di Wajo ini, bahkan dilingkup Polres, saya mungkin yang paling lama, yang lain ada yang 2 tahun, setahun bahkan ada yang hanya sebulan kemudian dipidahkan lagi. Politik di Wajo cukup tinggi, sehingga Kapolres-nya harus pintar-pintar melihat sikon (situasi dan kondisi),” terang Masrur.

Kisah itupun kemudian dibenarkan oleh Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru. Orang nomor wahid di Wajo ini mengiyakan bahwa AKBP Masrur adalah Kapolres yang terlama menjabat di Wajo. Yang lain, kata Burhanuddin, hanya sebentar dan tidak bertahan lama.

“Kalau Pak Masrur, saya memang yang menghalangi agar beliau tidak dipindahkan, makanya pas saya dengar Pak Masrur akan dipindah, saya kaget. Namun, setelah saya tanyakan bahwa pemindahan itu menunjang karirnya dan tidak lama bertugas di Palu, terpaksa saya harus merelakan beliau meninggalkan Wajo,” ujar Bupati.

Lanjut Bupati dua periode di Wajo mengurai bahwa AKBP Masrur banyak menyimpan kesan sejak di Wajo, Burhanuddin mengaku sering menerima saran dan masukan dari AKBP Masrur. Selain itu, selama bertugas, AKBP Masrur bersama jajarannya juga berhasil menciptakan suasana kondusif di Kabupaten Wajo.

“Konflik antar masyarakat tidak ada, dan kalaupun ada kejadian lain seperti tindak pencurian itu bagi kami hal wajar terjadi sama seperti daerah lainnya,” pungkas Bupati.

Sementara itu, Kapolres Wajo yang baru, AKBP Muhammad Guntur dalam sambutannya banyak mengisahkan perjalanan karirnya selama diangkat menjadi Polisi. Sejak lulus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1995 hingga dirinya dipercayakan untuk menjabat sebagai Kapolres di Wajo.

Guntur mengungkap bahwa dirinya telah bertugas di Kepolisian selama 20 tahun lebih, 18 tahun berada di pasukan Brigadir Mobil (Brimob) hingga kemudian mendapat kepercayaan sebagai Kapolres Palopo pasca kerusuhan Pemilu Walikota Palopo.

“Di Palopo saya bertugas selama 2 tahun 12 hari hingga mendapat kepercayaan menggantikan senior saya (AKBP Masrur) sebagai Kapolres Wajo tanggal 14 April kemarin,” pungkas Guntur.

Lanjut dipaparkan, selama di Kepolisian, Guntur mengaku pernah ditugaskan untuk melakukan pengamanan di Sulawesi Tengah saat kerusuhan Poso.Dia juga pernah ditugaskan dibeberapa tempat lainnya seperti di Datasemen Gegana Surabaya, Korps Brimob Bogor, Pusat Pelatihan Korps Brimob, menjabat sebagai Komandan Datasemen Brimob Bone dan di Datasemen Brimob Pare-pare.

Untuk diketahui, acara pisah sambut kedua pejabat kepolisian RI ini juga dihadiri oleh Walikota Palopo dan beberapa Kapolres se-angkatan Muhammd Guntur di Akpol diantaranya ; Kapolres Pelabuhan Makassar, Kapolres Pare-pare dan Kapolres Enrekang bersama istri.(adv)

Penulis : Bs Selvi Damayanti