Tunjangan Sertifikasi Pengawas SMA/SMK Akan Dihapus

Wajo, MC – Tunjangan sertifikasi untuk para Pengawas sekolah tingkat SMA/SMK dan sederajat di Kabupaten Wajo kemungkinan besar akan dihapus.

Itu setelah pemerintah pusat dan propinsi tidak mengakomodir secara keseluruhan jumlah pengawas yang diangkat oleh pemerintah daerah.

Di Kabupaten Wajo, dari 26 orang pengawas yang direferensikan oleh pemerintah daerah untuk mendapat tunjangan sertifikasi, hanya 6 orang diantaranya yang akan diakomodir.

Selebihnya, tidak terakomodir dan parahnya lagi, kemungkinan besar akan dikembalikan menjadi guru biasa.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Wajo, Wellang mengungkap hal itu kepada mediacelebes.com, Sabtu, 14/3.

Dia mengutarakan bahwa aturan itu sebenarnya sudah lama berlaku dengan rasio pengangkatan 1 orang pengawas banding 40 orang guru atau 1 banding 5 hingga 10 sekolah.

“Sebenarnya, aturan itu telah lama diberlakukan, namun, pemerintah daerah tetap mengusul lebih jumlah pengawas dengan pertimbangan asas otonomi daerah (Otoda) yang merupakan kewenangan Bupati. Menjadi kendala saat ini, karena pemerintah pusat dan propinsi mulai tegaskan aturan rasio pengangkatan pengawas sekolah ini dalam hal penerimaan tunjangan,” ujar Wellang.

Dijelaskan, jika aturan itu dipertegas, dimana pemerintah pusat dan propinsi pegang kendali tentang jumlah pengawas dan penerimaan sertifikasi, maka hanya 6 orang pengawas di kabupaten Wajo yang akan diakomodir dan berhak menerima tunjangan.

Selebihnya, kata Wellang, sebanyak 20 orang akan dikembalikan menjadi guru biasa dan tidak berhak menyandang jabatan sebagai pengawas lagi.

“Ini tentunya menjadi pemikiran, tapi kita tunggu perkembangannya, karena info yang diterima, pembicaraan tentang ini akan diangkat dalam forum assosiasi Bupati, Gubernur dan Guru. Semoga saja ada jalan keluar yang diperoleh dalam forum agar semua bisa diakomodir dan pengawas yang sebelumnya pernah menerima tunjangan sertifikasi, tidak diminta untuk melakukan pengembalian ke-kas negara,” pungkas Wellang.

Penulis : Nur Asri