Umur 41 Tahun Tamat SMP, Cakades Mannagae Terpilih Dilaporkan


Wajo, MC – Massalanra, incumbent calon kepala desa nomor urut 3 dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) Desa Mannagae, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo dilaporkan di DPRD Wajo.

Dia diduga melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen berdasarkan bukti copy-an ijazah yang digunakan saat pencalonan.

“Pilkades Mannagae tidak ada kecurangan, yang ada hanya dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh calon kepala desa nomor urut 3. Ijazah yang digunakan tidak dicantumkan nomor STTB (Surat Tanda Tamat Belajar), tanpa nomor induk siswa dan tidak ada nilai terlampir serta tidak mendapat pengesahan dari dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan,” ujar A Iskandar Calon Kepala Desa Mannagae sembari memperlihatkan bukti copy-an ijazah Massalanra di Ruang Aspirasi DPRD Wajo, Senin, 18/5.

Tidak itu saja, lanjut Iskandar, rancunya ijazah pengganti SMP yang digunakan oleh calon ini juga terlihat dari tahun penerbitan ijazah.

“Calon ini lahir tahun 1953 sementara tahun penerbitan ijazah tahun 1994, berarti calon ini baru tamat atau selesaikan pendidikan tingkat SMP pada umur 41 tahun. Dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh calon ini juga dapat dibuktikan dengan keterangan dari salah seorang tenaga pengajar di sekolah yang dimaksud. Guru ini mengajar pada tahun 1992 atau dua tahun sebelum calon ini tamat seperti yang tercantum dalam ijazah, namun dia mengaku tidak pernah mengajar yang bersangkutan,” terang Iskandar yang juga pesaing Massalanra dalam Pilkades ini.

Kepala BPMPDK Wajo, Syamsul Bahri mengungkap bahwa selaku penanggungjawab Panitia Pemilihan tingkat Kabupaten (PPK), dirinya akan menindak lanjuti laporan-laporan yang diterima, khususnya terkait mekanisme tekhnis pasca pemilihan.

Adapun laporan terkait pidana atau perdata, itu dikembalikan kepada yang berwajib dalam hal ini pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan yang ada.

“Jangankan sebelum pelantikan, setelah pelantikan pun jika sudah ada kekuatan hukum yang ditetapkan terkait laporan maka yang bersangkutan akan diberhentikan sebagai kepala desa,” tegas Ancu.  

Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Guntur yang turut hadir menerima aspirasi kelima calon kepala desa yang kalah dalam Pilkades ini mengutarakan pihaknya akan segera menindak lanjuti laporan yang disampaikan dalam aspirasi, khususnya terkait dalam hal pidana atau perdata.

Guntur menyatakan sikap akan melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait dalam proses Pilkades termasuk pihak Kejaksaan Negeri Sengkang.
“Paling lambat besok akan ditindaklanjuti,” ujar Guntur. (aci)