USAID PRIORITAS : Guru Di Indonesia Masih Terikat Buku Paket

Wajo, MC – Peningkatan mutu pembelajaran sekolah menuntut adanya pengelolaan sekolah yang efisien dan efektif. Tanpa manajemen sekolah yang efektif, maka dana-dana yang disediakan untuk sekolah, baik dana BOS maupun dana Pendidikan gratis, tidak mencukupi untuk berbagai kegiatan sekolah atau salah sasaran.

Untuk itu, USAID PRIORITAS kembali melakukan pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah kepada 50 kepala sekolah, komite, guru dan pengawas di SMPN 1 Kerra, Wajo, beberapa hari yang lalu.

Pada sesi pembukaan, Jamaruddin, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan mengajak kepala sekolah dan para guru untuk merenung, apakah dalam 5 – 10 tahun terakhir ada kemajuan signifikan pada sekolah, pada model manajamen dan pembelajaran di sekolah? Atau perkembangannnya biasa seperti tanpa ada rekayasa?

Sambil mengutip survey PISA (Program for International Student Assesment) yang dilakukan terhadap 40 negara pada tahun 2012  oleh OECD dan Indonesia berada di urutan ke 38 dalam kualitas pendidikan di bidang matematika, IPA dan literasi, Jamaruddin berharap para pendidik  mengevaluasi dan membuat reformasi pembelajaran di sekolah, agar pendidikan di Indonesia tidak ketinggalan.

Dia mengungkapkan beberapa sebab yang membuat mutu pendidikan di Indonesia rendah; pertama, guru terlalu terikat buku paket. Mereka tidak berani dan kreatif mengambil buku sumber yang lain.

“Bahkan jawaban siswa dianggap salah, kalau tidak sama persis dengan buku paket. Padahal pendidikan modern mensyaratkan siswa secara kreatif mengungkapkan berbagai jawaban dengan alasan yang rasional,” ujarnya
Kedua,  guru masih menggunakan metode ceramah. “Metode ceramah mematikan kreatifitas siswa. Fungsi guru adalah memfasilitasi berkembangnya inovasi dan kreatifitas siswa,” ujarnya.

Ketiga, pertanyaan yang diajukan guru kepada siswa masih berupa pertanyaan tertutup. “Guru tidak terbiasa memberi pertanyaan terbuka yang bisa mengasah daya nalar siswa,”ujarnya.  

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dia mengingatkan kepala sekolah dan komite memiliki peran yang besar. “Peningkatan kualitas guru terjadi kalau kepala sekolah berperan aktif dalam manajemen sekolah,  mensupervisi dan mendukung kebutuhan pembelajaran,” ujarnya. 

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari (4-5 November)  ini bertujuan mendorong sekolah untuk melakukan pengelolaan sekolah dengan lebih transparan dan akuntabel. Sekolah juga didorong untuk melakukan berbagai langkah membudayakan gemar membaca dan mengalokasikan dana khusus untuk program gemar baca ini. 

Sumber : USAID Prioritas