Vaksinasi Polio, Data Pemda dengan Pusdatin Kemenkes “Beda”

DSC_00511Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru saat melakukan pencanangan PIN Polio

Wajo, MC – Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Wajo selama sepekan lebih (8 – 18 Maret 2016, red) dinyatakan rampung.

Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kesehatan Wajo, jumlah balita yang telah divaksin sebanyak 35.619 anak atau sekitar 97,8 persen dari target balita sasaran yakni ; 36.406 anak.

Presentase jumlah anak yang tervaksin ini malah lebih kecil dibanding perhitungan yang dilakukan oleh Pusdatin Kementerian Kesehatan RI yakni sebesar 108, 56 persen dari jumlah keseluruhan balita sasaran se Kabupaten Wajo.

Kepala Dinas Kesehatan Wajo, dr Baso Rahmanuddin melalui Kepala Bidang P2PL Dinkes Wajo, Awaluddin Sibe mengungkap bahwa perbedaan jumlah data pemerintah daerah dengan pusdatin kementerian kesehatan tidak menjadi masalah. Terlebih, data yang dipedomani oleh pemerintah daerah lebih besar dibanding dengan data Pusdatin.

“Data proyek daerah berjumlah 36.406 anak, sedangkan data yang dipedomani Pusdatin sekitar 32 – 33 ribu anak, itu makanya terjadi perbedaan presentase pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, dan itu terjadi hampir diseluruh kabupaten/kota di Indonesia,” ungkap Awal melalui via ponselnya, Jumat, 18/3.

Kendati terjadi perbedaan data, sambung Awal, namun itu tidak mengurangi efektifitas kerja yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

Dinas Kesehatan Wajo melalui tim kerja yang dibentuk telah melakukan penyisiran secara langsung ke rumah warga untuk mengecek keterjangkauan pelayanan vaksinasi Polio ini.

“Penyisiran itu kami lakukan bersama pemerintah kecamatan hingga kepelosok desa sekalipun, sehingga kami pastikan tidak ada lagi balita sasaran di Kabupaten Wajo yang terlewatkan untuk mendapat pelayanan vaksin,” jelas Awal.

Ketika ditanya selisih 2,2 persen dari jumlah anak balita yang ditargetkan oleh pemerintah daerah, Awal mengungkap kemungkinan balita sasaran yang dimaksud sedang berada diluar daerah saat penyelenggaraan vaksinasi.

“Begitu hasil olah data yang kami peroleh, yang jelas dari hasil penyisiran tim kerja yang dibentuk oleh pemerintah daerah, tidak lagi ditemukan anak balita yang tidak menerima vaksin di Kabupaten Wajo,” jelas Awal meyakinkan. (SIPD)