Wabup Buka Acara Pertemuan Berkala Organisasi Wanita

Wajo, MC – Wakil Bupati Wajo A Syahrir Kube Dauda membuka acara pertemuan berkala organisasi wanita di-kabupaten wajo yang dilaksanakan di gedung PKK Wajo, Sabtu 8/3.

Dalam sambutannya, Syahrir Kube mengatakan bahwa masyarakat indonesia yang prutal dan kental akan budaya patriarkhi, sangatlah rentang akan permasalahan ketimpangan gender yang berdampak pada berbagai aspek.

Hal itu memberikan konstribusi timbulnya isu-isu gander seperti marginalisasi (terpinggirkan), sub ordinasi (dinomor duakan), striptype (pelabelan negatif) dan double borden (peran ganda serta violence (kekerasan).

“Kelima isu gander tersebut merupakan masalah yang sangat menghambat kemajuan dan pemajuan perempuan sehingga perlu dipikirkan bersama terutama dalam mengimplementasikan inpres No 9 tahun 2000 tentang pengarusutan gender yang menekankan kepada lembaga-lembaga departemen dan non departemen,” kata Syahrir.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa, perempuan indonesia merupakan ibu bangsa yang berkewajiban menumbuh kembangkan dan mendidik generasi muda.

“Sehingga keberadaan kaum perempuan harus dipandang sebagai aset pembangunan yang potensial sebagaimana yang diamanatkan dalam kongres perserikatan perempuan,” pungkas-nya.

Ketua panitia pelaksana, A Bumbeng mengatakan bahwa, kegiatan ini untuk menyatukan langkah dalam rangka meningkatkan peran posisi perempuan dalam mewujudkan Keluarga yang berkwalitas dan kinerja organisasi semakin dinamis dan optimal.

“Maksud dari pertemuan ini untuk menyamakan persepsi pembangunan dan meningkatkan kepedulian agar organisasi perempuan dan perlindungan anak lebih optimal dalam menyuarakan kepentingan perempuan dan anak serta menyerasikan program kerja antara organisasi perempuan,” terang A Bumbeng. (Rus/aci)