Wabup : Seleksi Balon Kades Boleh, Tapi Tetap Merujuk Aturan

Wajo, MC – Seleksi Bakal Calon kepala Desa (Balon Kades) boleh saja dilakukan, namun, dalam pelaksanaan-nya tetap merujuk pada aturan yang ada.

Seleksi yang dilakukan harus patuh pada aturan dan kalaupun didalam-nya ada yang perlu ditambahkan bisa dibuatkan aturan melalui peraturan daerah (Perda).

Demikian, Wakil Bupati Wajo, A Syahrir Kube Dauda (ASK) dalam bincang-nya dengan beberapa wartawan usai mengikuti acara penerimaan penghargaan karya satya, di kantor Bupati, Jumat, 15/8.

“Seleksi boleh saja dilakukan, namun harus mengacuh pada aturan, semua bisa saja ikut bersaing menjadi kepala desa sepanjang memenuhi syarat. Kalaupun ada yang perlu ditambahkan dari aturan itu, pemerintah bisa saja membuat Perda,” terang Syahrir.

Sebenar-nya, kata Syahrir, seleksi bagi para Balon Kades memang perlu, terlebih saat terpilih dan menjabat nanti dibutuhkan Kepala Desa yang berkompeten.

Kedepan, masing-masing desa akan dipercaya mengelola anggaran sampai milyaran jumlah-nya, sehingga, menuntut kemampuan SDM (sumber daya manusia) dari para Kades terpilih.

“Jangan sampai ketika menjabat, Kades malah terjerumus dalam pelanggaran pengelolaan anggaran. Untuk itu, dibutuhkan kemampuan kepala desa yang memiliki kompeten, terlebih anggaran yang dikelola nanti-nya akan lebih besar dibanding anggaran yang dikelola sebelum-nya melalui Anggaran Dana Desa (ADD),” pungkas Syahrir.

Untuk diketahui, pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Wajo akan dilaksanakan mulai Januari 2015 mendatang. Dari 128 Desa yang ada di Wajo, 90persen lebih diantara-nya akan dilaksanakan pemilihan.

Informasi yang diperoleh dari Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan (BPMDK) Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri, mengungkap Pilkades ini akan dilaksanakan di 115 desa se Kabupaten Wajo.

Penulis : Nur Asri, SH