Wabup : Soal Kebakaran, Masyarakat Jangan Terlalu Cepat Menjustice

Wajo, MC – Kebakaran yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi perbincangan hangat masyarakat. Pasalnya dalam sepekan, ada tiga kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Wajo.

Pertama kebakaran terjadi di Jl Sulawesi, kedua kebakaran terjadi di Jl Muhammadiyah dan ketiga kebakaran terjadi di Kecamatan Sabbangparu.

Wakil Bupati Wajo H A Syahrir Kube Dauda tak menampik hal tersebut. Menurutnya, kebakaran terjadi itu merupakan musibah dan hampir setiap tahun kebakaran terjadi di Wajo.

Penyebab pokok-nya belum diketahui, apakah karena hubungan arus pendek listrik ataukah ini “penyakit” tahunan.

“Musibah ini seperti jadi penyakit tahunan, karena hampir setiap tahun terjadi kebakaran,” ungkap Syahrir saat dihubungi, Selasa 5/8.

Pemerintah, kata Syahrir, tentu berkewajiban untuk memecahkan masalah ini, terlebih, kejadian-nya sudah berulang kali, terutama saat-saat rawan seperti pada bulan puasa.

“Dari itu perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat untuk berpartisipasi memadamkan api sedini mungkin sebelum pemadam kebakaran milik pemerintah tiba ditempat kejadian. Pemerintah ingin, musibah kebakaran diminimalisir agar tidak terulang dan merugikan masyarakat,” pungkas Syahrir.

Terkait dugaan kebakaran terjadi karena hubungan arus pendek listrik dan disebabkan kebocoran jaringan gas seperti yang beredar di-masyarakat, Syahrir menjelaskan, bahwa dugaan itu sebenar-nya terlalu premature.

Syahrir bahkan menyarankan masyarakat untuk tidak terlalu cepat men-justice penyebab kebakaran dipicu dari instalasi jaringan dari perusahaan. Karena sejauh ini belum bisa dibuktikan.

“Untuk jelas-nya, pemerintah akan melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan, misalkan saja PLN dan pengelola jaringan gas (Jargas) di Wajo. Isi pertemuan nanti-nya adalah membahas tentang keberadaan instalasi jaringan perusahaan ini di rumah warga kaitan-nya dengan bahaya kebakaran,” terang Syahrir. (aci/rus)