Wabup Wajo Ajak ICMI Perang “Lawan” Narkoba

Wakil Bupati Wajo A Syahrir Kube Dauda dan Pimred Media Celebes Nur Asri usai pembukaan Seminar Nasional ICMI 2015

Wajo, MC – Pelaksanaan Silaturahmi kerja daerah (Silakda) dan pelantikan ORSAT Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) ORDA Kabupaten Wajo yang dirangkaikan pula dengan Seminar Nasional ICMI tahun 2015 yang dilaksanakan di Gedung Johar Sengkang Kabupaten Wajo menjadi moment tersendiri bagi Wakil Bupati Wajo A Syahrir Kube Dauda untuk melakukan kampanye perlawanan terhadap bahaya “Narkoba”.

Dihadapan ribuan peserta seminar, orang nomor dua di Wajo ini mengajak seluruh peserta untuk menyatakan perang terhadap peredaran narkotika dan obat-obat terlarang (Narkoba) di kabupaten Wajo dan Indonesia secara menyeluruh.

Menurutnya, peredaran Narkoba menjadi persoalan sosial ditengah masyarakat dan untuk menganggulanginya butuh gerakan serentak yang dilakukan secara bersama.

“Oleh itu, melalui seminar ini, saya mengundang ICMI untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan sosial ini. Melalui seminar ini pula saya mengajak seluruh kader ICMI untuk menyatakan perang dengan Narkoba,” seru Syahrir usai membacakan sambutan tertulis Bupati Wajo A Burhanuddin Unru.

Tidak hanya Narkoba, lanjutnya, persoalan sosial yang dihadapi saat ini adalah penyebaran penyakit “HIV AIDS”. Di Wajo, kata Syahrir, pengidap penyakit menular dan mematikan ini hampir ada di 14 kecamatan. Dia mengungkap kondisi itu agar tidak dibiarkan begitu saja, menyebar tanpa penanganan secara terpadu oleh seluruh elemen, termasuk dalam hal ini pemerintah dan masyarakat.

“Mungkin saja ditengah-tengah kita, baik itu teman atau kerabat kita ada yang mengidap virus HIV AIDS, untuk itu melalui moment ini saya mengajak semua dan secara khusus kader ICMI untuk bersikap peduli dan melakukan upaya pencegahan penyebaran penyakit sejak dini ditengah masyarakat,” ajak Syahrir.

“Kita jangan ragu untuk melakukan tindakan, disini ada Ketua DPRD Wajo (Yunus Panaungi, red) yang bisa membantu kita secara kelembagaan mem-back-up masalah penganggaran,” tambah Syahrir. (adv)

Penulis : Arlin Sujarli