Wabup Wajo : “Kita Akan Undang PLN dan Pelaksana Jargas”

Wajo, MC – Pemerintah Kabupaten Wajo dalam waktu dekat akan mengundang pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pelaksana Jaringan Gas (Jargas) Rumah Tangga untuk membahas masalah kebakaran.

Undangan telah disiapkan dan kemungkinan pertemuan dilaksanakan setelah pembahasan RPJMD di DPRD Wajo rampung.

Wakil Bupati Wajo A Syahrir Kube Dauda mengungkap hal itu, Kamis, 7/8. Menurut-nya, undangan kepada perusahaan ini telah disampaikan kepada Plt Sekda Wajo A Madukelleng Oddang.

“Saya sudah minta Plt Sekda undang masing-masing perusahan (PLN dan Pelaksana Jargas). Kemungkinan setelah pembahasan RPJMD rampung, jadwal pertemuan tinggal menunggu waktu yang lowong,” ungkap Wabup.

Seperti diketahui rencana pemkab untuk melakukan pertemuan dengan perusahaan penyedia energi ini menyikapi dugaan penyebab kebakaran bermula dari aliran sambungan listrik atau kebocoran pipa jaringan gas dirumah yang terbakar.

Dugaan itu marak jadi perbincangan, sehingga pemkab berinisiatif untuk melakukan pertemuan dengan perusahaan ini.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Wajo Energy Jaya (PT WEJ) melalui Bagian Humas-nya, Parawangsa SE mengaku siap hadir bilamana dibutuhkan. Bahkan, sebelum terjadi kebakaran pun WEJ akan hadir.

“Itu lebih baik, Insya Allah kami siap datang, meskipun sebelum terjadi kebakaran, jika diundang kami tetap datang,” ujar-nya singkat.

Sebelum-nya pula, keluhan terkait pemanfaatan energi yang dikelola perusahaan ini juga pernah dikeluhkan oleh Bupati Wajo A Burhanuddin Unru. Keluhan itu diungkap saat memantau kondisi pasca kebakaran yang terjadi di Jl Sulawesi Sengkang.

Kala itu, Bupati komentari pemasangan instalasi listrik yang dilaksanakan oleh kontraktor PLN. Bupati dua periode ini bahkan mengaku akan melakukan komplen kepada rekanan PLN jika pemasangan instalasi dirumah warga tidak maksimal.

“Saya bisa saja melakukan komplen bila pemasangan instalasi-nya tidak baik. Coba kita lihat kabel-kabel ini, itu kami anggap rawan memicu kebakaran. Terlebih, setiap kebakaran, masyarakat sering beralasan pemicu kebakaran karena hubungan arus pendek listrik,” pungkas-nya.

Sebenar-nya, lanjut Burhanuddin, tidak diketahui kapan musibah kebakaran terjadi, karena menjadi rahasia Tuhan. Namun, jangan sampai musibah seperti ini berulang-ulang terjadi hingga merugikan masyarakat.

“Untuk itu, saya tekankan kepada pihak PLN, agar setiap memasang instalasi atau jaringan harus maksimal, perhitungkan masalah keamanan dan jangan asal pasang,” tegas Burhanuddin. (aci)