Wajo Keciprat Program Ternak Sapi Inseminasi Buatan

Simulasi kawin suntik ternak sapi, tampak dalam gambar, Bupati Wajo A Burhanuddin Unru menyaksikan simulasi kawin suntik oleh salah seorang inseminator dari kalangan perempuan.

Wajo, MC – Pemerintah Kabupaten Wajo keciprat bantuan pengembangan ternak sapi melalui Program Gertak Berahi Inseminasi Buatan (GBIB) tahun 2015, Program pengembangan kawin suntik ini untuk 7000 ekor sapi.

Program GBIB tersebut adalah program bantuan dari pemerintah propinsi Sulsel.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Wajo, IB Putu Artana mengungkap hal itu dalam Pencanangan Program GBIB di Lapangan Sepak Bola, Paria Kecamatan Majauleng, Selasa, 9/6.

“Di Wajo ada sekitar 90 ribu ekor pupulasi sapi, namun dalam program GBIB ini pemerintah propinsi memberikan bantuan inseminasi buatan untuk 7000 ekor sapi. Jumlah tersebut dinilai masih sulit untuk mencapai target yang diharapkan oleh pemerintah daerah,” ujar Putu Artana dalam laporannya.

Namun demikian, sambung Putu, dari indukan sapi tersebut disiapkan 24 inseminator yang bertugas untuk melakukan kawin suntik terhadap sapi-sapi yang telah dipilih sebagai indukan.

“Inseminator ini sudah memiliki ijin dan mengikuti pelatihan di Makassar, Jombang dan Maluku. Merekan nantinya akan menginseminasi sapi indukan untuk selanjutnya dikembangkan masyarakat di Kabupaten Wajo,” jelas Putu.

Sementara itu, Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru usai melakukan pencanangan berharap agar kuota indukan sapi yang disiapkan dalam program inseminasi buatan ini agar ditambah. Burhanuddin bahkan mengungkap kesiapan untuk menganggarkannya melalui APBD Kabupaten Wajo.

Dia menilai, pengembangan sapi menjadi faktor penunjang peningkatan pendapatan masyarakat selain dari faktor pertanian, perkebunan dan perikanan.

“Sehingga untuk mencapai terget pendapatan yang diharapkan yakni dari 9juta menjadi 30juta dalam kurung waktu empat tahun, pengembangan sapi harus dipacu, termasuk penambahan kuota indukan sapi inseminasi buatan,” pungkas Burhanuddin.

Hadir dalam pencanangan, Kepala Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Zulchaidi, Ketua tim tekhnis GBIB Propinsi Sulsel, Ir Nuryadi, Konsultan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Sulsel, Prof Toban Batusamma dan Utusan BRI Cabang Sengkang. (Ni)