Wajo Mulai Siaga Bencana Banjir

Wajo, MC – Tingginya curah hujan di daerah tetangga kabupaten membuat beberapa kecamatan rawan banjir berstatus siaga. Salah satunya adalah di kecamatan sabbangparu.

Saat ini, warga di kecamatan langganan banjir ini sudah mulai merasakan genangan air. Meski belum semuanya, namun, akibat genangan merusak infrastruktur jalan didaerah dataran rendah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo Alamsyah HN membenarkan hal itu. Menurutnya, meski belum menggenangi seluruhnya, namun saat ini, air genangan sudah merusak akses jalan warga. Oleh itu, pihak BPBD tetapkan status siaga banjir.

“Dampak itu dapat dirasakan desa taddampalie, dimana sudah ada jalanan yang putus akibat genangan. Namun demikian untuk sementara masih dilakukan pendataan sambil menunggu data dari pihak kecamatan untuk sinkronisasi data, daerah mana saja yang tergenang,” kata Alamsyah

Selain itu, status siaga banjir ditetapkan untuk menjadi warning bagi masyarakat dan instansi terkait untuk melakukan pencegahan secara dini.

“Minimal, masyarakat mempersiapkan diri menghadapi banjir dan pemerintah dalam hal instansi terkait siapkan peralatan yang dibutuhkan dalam hal penanganan banjir, misalkan saja tempat/lahan untuk evakuasi dan ketersediaan logistik,” pungkas Alamsyah.

Ditambahkan, khusus lahan tergenang, saat ini sudah ada sekitar 580 hektar lahan perkebunan dan 120 lahan persawahan yang tergenang. Tepatnya, lahan itu berada di Desa Mallusesalo. Dan kemungkinan besar desa tetangga seperti worongge, pallimae dan beberapa desa lain ikut tergenang.

“Banjir ini adalah kiriman dari soppeng karena di belawa belum ada banjir. Jika sungai bila kabupaten sidrap meluap, maka belawa akan terendam juga karena air itu dari hulu mulai tator, enrekang dan sidrap,” jelas mantan Camat Pammana ini. (red)