Walikota Batam Sambut Kedatangan Bupati Wajo

Penyambutan oleh Walikota BatamBupati Wajo Andi Burhanuddin Unru bersama Walikota Batam Muhammad Rudi

Batam, MC – Kunjungan Kerja Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru di Batam Kepulauan Riau disambut secara resmi oleh Walikota Batam, Muhammad Rudi di Kantor Walikota Batam, Senin 30/5.

Dalam sambutannya, Walikota Batam mengungkap terima kasih kepada Bupati bersama rombongan atas kesediaannya berkunjung di Batam. Menurutnya, kunjungan seperti yang dilakukan itu adalah wujud silaturahmi antar kedua daerah, terlebih hubungan antar kedua kabupaten kota ini masih dalam satu ikatan kekeluargaan bugis – makassar.

“Walikota sebelumnya (Amsakar Achmad) adalah orang bugis, beliau dua periode menjadi pemimpin di Kota Batam ini. Bahkan dalam struktur pemerintahan sekalipun, beberapa diantaranya asli orang bugis, seperti Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) kami, itu orang Bugis,” ujar Rudi dalam sambutannya penerimaannya.

Penyambutan oleh Walikota Batam 1Penyambutan Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru bersama rombongan di Kantor Walikota Batam

Lanjut diterangkan bahwa kota Batam adalah kota industri, dimana penduduknya berasal dari berbagai suku. Dengan kondisi masyarakat yang heterogen seperti itu menuntut pemerintah untuk bersikap secara umum dengan tidak mementingkan satu kelompok, suku dan agama tertentu.

“Itu harus dilakukan agar pelaksanaan pemerintahan berjalan dengan baik, Batam yang merupakan daerah transit antar negara harus memenuhi semua kepentingan, bersikap secara umum dan tidak condong pada kelompok, suku dan agama tertentu saja,” papar Rudi.

Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru diawal acara mengungkap kunjungan kerja yang dilakukannya bersama beberapa Kepala SKPD untuk eratkan tali silaturahmi dengan masyarakat Batam yang tidak lain merupakan penduduk asli bugis – makassar.

Ia mengungkap orang bugis yang dikenal sebagai perantau sangat kental dengan prinsip-prinsip kemerdekaan, berbudaya dan demokratis.

“Orang Wajo bebas kemana-mana, bebas berusaha dan mencari rejeki, bebas berpendapat dan menjaga warisan leluhur, itu pegangan orang Wajo diperantauan. Jadi jangan heran jika orang bugis ada diseluruh daerah, baik di Indonesia maupun di luar negeri,” ujar Bupati. (Red/MC)