Warga Desa Batu Keluhkan Distribusi Raskin

Wajo, MC – Warga Desa Batu Kecamatan Pitumpanua yang terdaftar sebagai penerima Raskin (beras bersubsidi) keluhkan sikap pemerintah. Pasalnya, sudah dua tahap pembagian beras, warga penerima raskin ini tidak mendapat jatah mereka.

Warga menduga, pembagian beras program pemerintah ini ditilep dan dimainkan oleh oknum aparat desa untuk kepentingan tertentu.

“Sudah dua kali kami tidak mendapat jatah raskin dari pemerintah desa. Padahal setahu kami, beras raskin ini tidak boleh dimainkan, terlebih, kami masih terdaftar sebagai penerima. Ironisnya, karena baru dua bulan terakhir (november-desember) kami tidak lagi dipanggil, ada apa ini, barangkali beras tersebut dimainkan untuk kepentingan lain,” pungkas warga yang namanya enggan dimediakan ini kepada mediacelebes.com, Sabtu, 10/1.

Dari hasil penelusuran, jumlah penerima raskin untuk desa batu sebanyak 71 orang. Namun, pada kenyataannya, dari 71 orang tersebut beberapa diantaranya tidak lagi mendapat kesempatan untuk menerima hak raskinnya.

“Padahal, setahu kami, bila sudah terdaftar, maka kami punya hak untuk menerima program bantuan pemerintah tersebut, tapi kenapa kondisinya berbeda setelah jelang pilkades ini,” ungkap warga ini kembali.

Pejabat Kepala Desa, Astri yang dikonfirmasi terkait keluhan warga ini mengaku beras raskin yang disalurkan ini bulan desember 2014, hanya saja, dibagikan pada bulan januari 2015 ini.

Pemerintah desa, kata Astri, hanya membagikan raskin kepada 71 penerima yang namanya terdaftar ditingkat kabupaten.

Pemerintah desa juga, lanjut Astri, membagikan beras murah kepada 71 warga lainnya yang tergolong penerima cadangan. Sehingga karung beras yang dibagikan berjumlah 142 paket.

“Itupun sebelum dibagikan, pemerintah desa menyampaikan kepada para penerima, bahwa akan ada penyaluran beras raskin.,” pungkas Astri.

Menyikapi tanggapan pelaksana tugas Kepala Desa ini, warga yang mengaku namanya terdaftar sebagai penerima raskin ini, membantah dengan keras.

Mereka mengaku sudah dua bulan tidak mendapat jatah beras, warga pun menyangkali pernyataan pelaksana tugas kades yang mengaku rutin menyampaikan warga bila ada pembagian raskin.

“Belakangan ini kami tidak pernah lagi menerima pemberitahuan dari aparat desa batu, itu makanya kami heran dan menduga pembagian beras ini dimainkan untuk kepentingan lain,” pungkas Warga ini.

Kabag Ekonomi Pemkab Wajo, Arwes yang dikonfirmasi membenarkan adanya distribusi beras raskin untuk bulan desember 2014 kemarin. Namun, beras itu hanya diperuntukkan bagi penerima yang memang sudah terdaftar sebelumnya, tidak ada cadangan ataupun dalam bentuk lain.

Kalaupun ada bila ada penerima lain yang namanya tidak terdaftar, terang Arwes, maka, itu berarti ada pengaturan lain yang dilakukan aparat desa.

“Intinya adalah, bila ada pembagian raskin, sementara yang menerima bukan penerima sah, maka itu sudah dapat dikatakan melanggar hak-hak orang lain. Dalam artian bahwa, jika beras raskin diberikan kepada mereka yang tidak berhak sementara ada warga yang justru berhak menerima namun tidak diberikan, maka itu merupakan pelanggaran hak,” pungkas Arwes. (Red)