Warga Keluhkan Harga Gabah, Bupati Soroti Lembaga Saingan Bulog

Bantuan Kecamatan KeeraBupati Wajo Andi Burhanuddin Unru serahkan bantuan kepada warga di kecamatan Keera

Wajo, MC – Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru meminta kepada para petani untuk tidak melakukan penjualan gabah dengan harga miring kepada pihak penadah. Itu kata Bupati, akan merugikan petani sendiri.

“Kalau bisa gabahnya jangan dijual murah, nanti akan berdampak pada pendapatannya. Sebaiknya, tunggu pembeli dengan harga pantas, jangan dijual dengan harga miring,” ujar Bupati menjawab keluhan petani dalam dialog jelang buka puasa di kecamatan Keera, Minggu 11/6.

Sebenarnya, kata Bupati, pemerintah daerah terus memperjuangkan harga pasaran gabah petani di Wajo, bahkan itu dilakukan hingga ketingkat pusat. Pemda juga telah meminta kepada pihak Perum Bulog agar membeli gabah petani dengan harga bisnis dan bisa bersaing dengan pihak swasta.

“Kami sampaikan kepada Bulog agar melakukan pembelian dengan harga bisnis, jangan selalu membeli gabah petani dengan harga murah. Kalau bisa harga gabah tembus Rp5.000*/kg,” tutur Bupati.

Belakangan ini, sambung Bupati, muncul lagi lembaga baru saingan Bulog yang disebut “Dunia Pangan”. Lembaga itu bagi pemerintah daerah hanya akal-akalan untuk menyerap gabah petani dengan harga miring.

“Oleh itu saya minta kepada Bulog untuk menata standar harganya, membeli gabah petani dengan harga bisnis dan bisa bersaing dengan pihak swasta, tidak dengan harga murah karena pasti akan merugikan pendapatan petani,” tegas Bupati.

Sebelumnya dalam dialog, salah seorang warga keluhkan harga gabah yang menurutnya masih rendah. Warga ini mengaku menjual gabah mereka dengan harga Rp 3.700*/kg. Keluhan yang sama juga diutarakan oleh warga yang ada dikecamatan Sabbangparu dan Bola. (Red/MC)