Warga Segel Pintu Sekolah, Wabup Wajo Kerahkan Pengamanan

ASK Wakil Bupati Wajo, A Syahrir Kube Dauda

Wajo, MC – Penyegelan pintu SMK 1 Sabbangparu oleh salah seorang warga di Kecamatan Sabbangparu ditindak lanjuti bersama oleh pihak Pemerintah Daerah, Kepolisian Resort (Polres) Wajo dan TNI Kodim 1406 Wajo.

Wakil Bupati Wajo, A Syahrir Kube Dauda yang dihubungi terkait penyegelan pintu SMK 1 Sabbangparu tersebut menegaskan agar proses belajar mengajar disekolah itu tetap berjalan seperti biasanya dan tidak boleh terhalang.

Dia bertegas bahwa permasalahan utang piutang yang disinyalir menjadi penyebab penyegelan pintu sekolah tidak boleh dikait-kaitkan dan atau mengganggu proses belajar mengajar siswa.

Itu, sambung Syahrir ada jalur tersendiri, yakni melalui jalur hukum atau dengan cara mediasi dengan para pihak yang berseteru.

“Ini-kan permasalahan utang piutang, tidak boleh dikait-kaitkan atau menghalangi proses belajar mengajar. Kalaupun ternyata ada yang keberatan, itu bisa ditempuh melalui jalur hukum atau dengan cara mediasi,” tegas Syahrir kepada MEDIA CELEBES, Selasa, 29/9.

Namun demikian, sambung Syahrir, pihak pemerintah daerah telah melayangkan surat dan meminta kepada pihak Kepolisian dan TNI Kodim 1406 Wajo serta Satuan Polisi Pamong Praja untuk turun melakukan pengamanan dikawasan sekolah tersebut.

Hal itu dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan dan tidak alami hambatan karena aktivitas penyegelan pintu.

“Kami yakin pihak keamanan berpandangan sama, dimana aktivitas penyegelan yang dilakukan oleh warga ini tidak boleh menghambat proses belajar mengajar. Negara kita ini kan negara hukum, sehingga setiap permasalahan termasuk itu utang piutang bisa ditempuh melalui jalur hukum, atau paling tidak dengan melakukan mediasi,” terang Syahrir.

Sebelumnya, Kapolres Wajo, AKBP Muh Guntur yang dimintai keterangan tak menampik kejadian tersebut. Dia mengaku bahwa aktivitas penyegelan salah satu pintu sekolah karena soal utang piutang dan dilakukan oleh oknum yang bernama H Jumardin.

Dia mengaku bahwa pihak kepolisian telah melakukan mediasi dengan para pihak terkait, hanya saja, warga yang melakukan penyegelan itu sepertinya tidak sabaran dan meminta segera terbayarkan karena utang itu sejak tahun 2011 lalu.

Oleh kondisi tersebut, Kapolres berharap kepada pihak pemerintah daerah untuk turun tangan dan membantu pihak kepolisian menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Inti permasalahannya kan utang piutang antara H Jumardin dengan mantan kepala sekolah yang saat ini mendekam dalam Lapas (lembaga Permasyarakatan), yang bersangkutan (mantan kepala sekolah) ber-utang sebesar 60juta dan sampai hari ini belum terbayarkan. Hasil mediasi yang pernah dilakukan adalah pihak sekolah menyanggupi untuk membayar secara bertahap, namun warga ini sepertinya tidak sabaran dan meminta segera dibayarkan, itu makanya dia lakukan penyegelan,” terang Kapolres.

Kepala Dinas Pendidikan Wajo, Jasman Juanda mengungkap bahwa aktivitas penyegelan oleh warga tersebut sudah berjalan selama seminggu. Akibatnya, proses belajar mengajar ditempat itu terganggu, bahkan saat ini puluhan siswa mengajukan usulan untuk pindah sekolah sejak aktivitas penyegelan itu.

“Kami tentu berharap kepada pemerintah daerah dan pihak pengamanan untuk membantu selesaikan permasalahan tersebut,” harap Jasman.

Penulis : Nur Asri