Warga Sengkang Jangan Tersinggung, Ini Imbauan Camat

“Ini bukan pencitraan, melainkan sebuah tanggungjawab”, Camat Tempe Andi Muh Baso Iqbal (tengah memungut sampah) berharap kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan (Foto : Humas Kecamatan Tempe)

Wajo, MC – Pemerintah kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo meminta masyarakat untuk berperan aktif dan berpartisipasi dalam menyukseskan gerakan kebersihan dan penanganan sampah di kota Sengkang dan sekitarnya.

Minimal partisipasi yang diberikan, tidak membuang sampah sembarangan atau diselokan dan berupaya menempatkan sampah pada tempatnya.

“Kami berharap seperti itu, masyarakat tidak membuang sembarangan, dan sampah sebaiknya ditempatkan pada tempatnya”, ujar Camat Tempe, Andi Muh Baso Iqbal B, di Ruang Kerjanya, Rabu (1 Februari 2017).

Sejauh ini pemerintah terus menggalakkan gerakan kebersihan, namun diselanya masih ditemukan beberapa kendala yang berkaitan dengan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungannya.

Misalkan saja di kawasan eks Jl Sawerigading – Jl Sultan Hasanuddin, dilokasi itu banyak tumpukan sampah produksi rumah tangga yang tertimbun. Akibatnya air selokan tidak lancar dan lingkungan menjadi kumuh karena menimbulkan bau tidak sedap disekitaran rumah warga.

“Ini tentu berdampak pada kenyamanan masyarakat sendiri, padahal persoalannya sepele, hanya butuh kesadaran masyarakat untuk menempatkan sampah pada tempatnya, bukan membuangnya diselokan”, tuturnya.

“Atau karena alasan keterbatasan tempat sampah?, itu bagi pemerintah tidak menjadi soal. Masyarakat bisa menaruh sampahnya dipinggir jalan protokol yang mudah dijangkau, dengan catatan harus dikantongi, nanti petugas kebersihan yang mengangkutnya”, ujar Baso Iqbal kembali.

Lanjut ia memberikan gambaran lain terkait permasalahan sampah di kawasan eks Jl Andi Paggaru – Jl  Lembu. Beberapa titik didaerah itu juga banyak ditemukan sampah salah alamat, dibuang begitu saja dipinggir jalan, berserakan  hingga akhirnya terseret jatuh dalam selokan, belum sampah luar biasa seperti batang kayu, kaleng dan botol plastik tertimbun dalam selokan.

Gerakan kebersihan dikawasan eks Jl A Paggaru – Jl Lembu (Foto : Humas Kecamatan Tempe)

“Sampah itu kan mustahil dari jauh, pasti masyarakat disekitaran itu sendiri yang memproduksinya. Oleh itu diharap kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dan mendukung gerakan kebersihan ini”, ulasnya.

“Atau jika tangan masyarakat tidak mau kotor atau jijik memegang sampah, sebaiknya jangan jadi biang kotor. Simpan saja sampahnya didepan rumah, nanti akan dijemput oleh petugas kebersihan, hanya itu yang kami harapkan kepada masyarakat, tidak banyak-ji”, ungkap Baso Iqbal.

Pantauan MEDIACELEBES dalam sepekan terakhir dikawasan kota Sengkang alami banyak perubahan, khususnya diarea ruas jalan protokol. Jika sebelumnya banyak ditemukan sampah berserakan dipinggir jalan, sekarang tidak lagi.

Jika sebelumnya selokan banyak sampah plastik, kaleng dan ranting kayu, sekarang sudah tidak lagi. Begitupun wajah pinggir sungai kawasan taman kota Padduppa, sudah cerah karena sampahnya tertangani.

“Memang sepenuhnya belum sempurna, namun pemerintah terus berusaha memberikan yang terbaik. Terlebih sekarang ini dibuka layanan Call Centre khusus untuk penanganan kebersihan dan sampah, jadi masyarakat bisa aktif dan berinteraksi dengan pemerintah. apalagi layanan seperti itu (Call Centre Kebersihan, red) belum ada duanya di Sulsel, bahkan mungkin di Indonesia sekalipun”, kutip kalimat Baso Iqbal. (SIPD)