Warga Tolak Relokasi, Bupati Wajo Legowo

Wajo, MC – Pernyataan warga pasar sentral untuk menolak relokasi dan memilih membersihkan sendiri losd-nya pasca kebakaran menjadi pembahasan penting dalam rapat bersama antara Bupati Wajo, jajaran Muspida, SKPD terkait dan perwakilan pasar sentral sengkang di Ruang rapat Bupati, Kamis, 16/10.

Berdasarkan keterangan dari perwakilan pasar, Zulkarnain, mengungkap bahwa penolakan relokasi bertujuan untuk mengurangi beban dan agar aktifitas pedagang bisa pulih secepat-nya.

“Sebahagian besar warga menolak untuk direlokasi, mereka tetap ngotot untuk tempati losd-nya dan takut akan terjadi-nya perubahan posisi, tempat dan pemilik losd bilamana ada relokasi,” kata Zulkarnain.

Hal itu-pun di-jawab oleh Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru. Mantan Sekda Wajo ini menyarankan agar para pedagang tetap kedepankan faktor keselamatan jiwa bilamana berkeras untuk menempati kembali bangunan pasar.

Dia menyarankan agar warga mengutus tim ahli konstruksi untuk mengidentifikasi layak-tidak bangunan digunakan setelah terjadi-nya musibah.

“Silahkan kalau mau tempat kembali, saya tidak melarang. Hanya saja sebelum menempati, saya sarankan warga untuk mengutus ahli konstruksi menguji kelayakan bangunan, nanti saya yang bayar. Pemerintah dalam hal ini mendukung sepenuh-nya keinginan warga, namun harus tetap mengedepankan keselamatan,” terang Bupati.

Selain itu, Bupati juga terangkan bahwa rencana pemerintah untuk merelokasi tidak ada kaitan-nya dengan kepentingan.

“Sama sekali saya tidak punya kepentingan disana, warga jika ingin tetap menempati losd-nya, silahkan, namun saya harap agar warga membuat pernyataan melalui berita acara agar tidak ada komplain dibelakang hari,” tandas Bupati. (aci)