Wow…Pendapatan per-Kapita Masyarakat Wajo Sudah Diangka 30 Juta per-Tahun

DSC_07821Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru saat mengunjungi bangunan pusat perbelanjaan modern (mall) yang dibangun oleh salah seorang pengusaha di Sengkang

Wajo, MC – Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru mengklaim pendapatan per-kapita masyarakat Wajo hingga saat ini sudah berada diangka 30 juta lebih per-tahun.

Itu, kata Dia, lebih cepat dan hanya mampu diperoleh dalam kurung waktu beberapa tahun. Padahal sebelumnya, pemerintah daerah memprediksi pendapatan per-kapita tersebut nanti diperoleh pada tahun 2019 mendatang.

“Itu berarti gerak ekonomi di kabupaten Wajo selama dua tahun terakhir meningkat pesat, usaha yang dibangun masyarakat dari berbagai sektor berjalan dengan baik dan lancar. Bagi pemerintah, capaian 30 juta per-kapita tersebut adalah sebuah keberhasilan dan akan lebih ditingkatkan lagi pada tahun berikutnya,” ujar Bupati dihadapan ratusan warga di Kecamatan Penrang, baru-baru ini.grafik-pertumbuhan-ekonomi

Sektor Pertanian Sumbang 32,41 Persen PDRB Wajo, Pengolahan Gas Cuma 3,56 Persen

(Ketgam : Ilustrasi grafik pertumbuhan ekonomi)

Wajo, MC – Sektor pertanian masih menempati posisi pertama pendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Wajo.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait indikator sosial dan struktur ekonomi makro Kabupaten Wajo tahun 2015, sektor pertanian hingga akhir tahun 2014 lalu menyumbang 32,41 persen terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) per-kapita masyarakat Wajo yang kini sudah mencapai Rp34,62 juta per-tahun.

Atas capaian itu, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat di Wajo sudah menembus angka 9,15 persen (data akhir tahun 2014), atau meningkat pesat dari pertumbuhan ekonomi sebelumnya (tahun 2010) yakni, 5,85 persen.

DSC_0733(11)(Ketgam : Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru dan Sekretaris Daerah Wajo, H Firdaus Perkesi saat berkunjung disalah satu pusat industri kain sutra di Wajo)

Selain sektor pertanian, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Wajo juga ditopang sektor pertambangan dan penggalian sebesar 22,62 persen, sektor Jasa 14,29 persen, dan sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 13,73 persen.

Sedangkan untuk sektor Konstruksi baru menyumbang 9,00 persen, menyusul sektor Transportasi, Informasi dan Komunikasi 4,41 persen, dan paling buncit yakni sektor Industri Pengolahan Listrik, Gas dan Air hanya mampu menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat sebesar 3,56 persen. (SIPD)